
Kalian percaya ga dengan judul di atas? :o Ga percaya, aku punya buktinya lho! Lumba-lumba itu memang binatang yang cerdas dan inspiratif. Kalian pernah berenang ka? Tentunya kalian pasti pake pakaian renang donk. Iya ga? Tahu ga kalo pakaian renang itu dirancang berdasarkan kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga kamu dapat berenang dengan sedikit hambatan. Makanya kamu bisa berenang dengan lebih leluasa dan lebih enjoy. :t Bukan hanya itu saja lho! Lumba-lumba juga memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. :tNha, teknologi inilah yang kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Wah ternyata lumba-lumba itu memang binatang yang keren abis ya! Tul ga? Ya iya lah.
Selain itu, Lumba-Lumba juga termasuk binatang yang cerdas lho! :t Lumba-Lumba bisa membuat gelombang suara yang fungsinya berbeda-beda, tergantung kebutuhan. Misalnya, gelombang suara untuk memanggil anaknya dan gelombang suara untuk memberitahu keadaan bahaya juga berbeda. Wah keren bangat kan. Dan setiap Lumba-Lumba yang satu dangan yang lain pun, mempunyai frekuensi yang berbeda pula. Jadi si anak dapat membedakan, antara panggilan ibunya dan panggilan temennya. Keren banget yah! :z
Tapi sayangnya sekarang Lumba-Lumba sudah mulai langka.:c Hal ini disebabkan sering terjadinya pembuangan bahan-bahan kimia ke laut yang dapat meracuni Lumba-Lumba. Dan juga penangkapan liar oleh para nelayan yang tidak habis-habisnya. Kasihan banget ya! :c Maka dari itu, saya menghimbau bagi seluruh manusia yang ada di dunia ini, mari kita jaga bersama-sama agar binatang yang cerdas dan berjasa bagi perkembangan teknologi ini agar tidak punah.
:f Yah itulah sedikit pengetahuan yang saya ketahui tentang Lumba-Lumba. Ternyata Allah itu memang Maha Adil. Dia menciptakan Lumba-Lumba yang tidak dapat berpikir itu, lengkap dengan sistem pertahanan yang hebat. Bahkan ada seorang ilmuwan yang mengatakan bahwa sistem pertahanan yang diterapkan oleh kawanan Lumba-Lumba lebih hebat dari sebuah jaringan rumit yang diciptakan oleh manusia, World Wide Web. :x Subhanallah, segala puji bagi Allah yang telah menciptakan makhluk dengan sempurna. :D
Lumba-Lumba, Mamalia Inspiratif
Elang dan Spesiesnya
Elang dikenal sebagai burung pemangsa berukuran besar, memiliki kemampuan terbang yang kuat, sayap yang lebar, paruh yang besar dan tajam, serta kuku yang kuat. Elang juga memiliki penglihatan tajam untuk melihat mangsa dari jarak yang jauh. Dengan kemampuan seperti ini, elang menempatkan dirinya berada di puncak rantai makanan pada ekosistem dimana dia berada.
Kebanyakan elang merupakan penghuni dunia lama. Seluruh jenis elang termasuk ke dalam ordo Falconiformes (atau Accitriformes, menurut skema klasifikasi alternatif). Hampir seluruh Falconiformes pemakan daging (karnivora). Elang memiliki rentang umur yang panjang, dan laju reproduksi yang rendah. Seluruh elang berpasangan secara monogami.
Struktur rangka dan otot elang yang unik membuat burung ini memiliki kemampuan terbang jarak jauh, elang Steppe mampu menempuh jarak sejauh 4000 mil dari kawasan Asia tengah hingga ke kawasan Afrika. Tulang pada burung elang (dan burung-burung besar seperti albatros atau vulture) memiliki sifat pneumatic (rangka memiliki rongga yang dipenuhi oleh udara). Selain sifat tulang, kemampuan terbang jarak jauh juga ditunjang oleh modifikasi otot dan sayap. Berat otot pada burung elang terletak pada pusat gravitasinya, sayap berukuran besar dan lebar untuk memudahkan aliran udara menaikkan tubuhnya. Sifat tulang, berat otot, dan ukuran sayap yang unik ini membuat elang dengan bobot 7 Kg menjadi seringan bulu ketika terbang. Selain itu juga dapat membuat elang mampu terbang tanpa mengepakkan sayapnya. Kita dapat lihat ketika elang soaring di udara, sayapnya terbentang dengan lebar tanpa dikepakkan. Sayap dikepakkan biasanya untuk menambah kecepatan terbang, terutama ketika berburu mangsa.
Beberapa jenis yang terkenal:
1. Tawny Eagle (Aquila rapax)
Morfologi
Memiliki panjang tubuh 62-72 cm, dan rentang sayap 165-185 cm. Kepala dan tubuh bagian bawah berwarna coklat muda. Tubuh bagian atas memiliki warna bervariasi, mulai dari coklat tua hingga coklat kepucat-pucatan. Ujung sayap berwarna putih. Betinanya berukuran lebih besar daripada jantan. Paruh memiliki bercak hitam pada ujungnya.
Biologi
Elang Tawny termasuk kedalam famili Accipitridae.
Burung ini berkembang biak sebagian besar di Afrika, sebelah utara dan selatan gurun Sahara, dan sepanjang barat daya tropis Asia hingga India. Elang Tawny lebih menyukai habitat terbuka seperti gurun, semi-gurun, stepa, atau savana, dari ketinggan 0 m dpl hingga ketinggan 2400 m dpl.
Burung ini bersarang antara bulan Maret dan Juli pada batang pohon yang besar, biasanya dari keluarga Akasia, atau pada permukaan tanah. Telur yang dihasilkan berjumlah 1-3 telur, dengan masa inkubasi 39-44 hari.
Perilaku
Elang Tawny memakan bangkai dari sisa makanan hyena atau burung kondor, mencuri makanan pemangsa lain, memangsa mamalia dari ukuran sebesar kelinci hingga tikus, serta memangsa reptil seperti ular.
Elang Tawny mengeluarkan suara “kyow” melengking seperti gagak. tetapi secara umum burung ini termasuk pendiam, kecuali ketika display.
Sumber:
http://www.nature-wildlife.com/teag.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Tawny_Eagle
foto: http://www.kenyabirds.org.uk/teagle.htm
2. Elang Filipina (Pithecophaga jefferyi)
Morfologi
Kepala burung ini memiliki bulu yang panjang sehingga menyerupai kepala singa. Tubuh bagian atas berwarna coklat, dan tubuh bagian bawah berwarna putih. Betina berukuran rata-rata panjang 1 m, berat 7 kg, dan panjang sayap mencapai 2 m. Paruh berwarna hitam.
Biologi
Elang filipina merupakan salah satu burung raptor hutan terbesar dan terkuat di dunia. Tetapi elang ini juga merupakan elang terlangka di dunia. Elang ini endemik di Filipina, khususnya di pulau Luzon, Samar, Leyte, dan Mindanao. Habitatnya pada hutan tropis dari ketinggian 750 m hingga 1590 m.
Elang Filipina digolongkan ke dalam famili Accipitridae.
Elang Filipina memiliki pasangan monogami seumur hidup. Sarang biasanya di pohon-pohon dipterokarp yang emergen, letak sarangnya antara 27 m hingga 50 m dari atas tanah. Dimensi sarangnya antara 1,2 x 1,2 m hingga 1,2 x 1,7 m.
Betina menghasilkan 1 telur setiap berbiak, dengan masa inkubasi 58-68 hari. Burung dewasa akan menjaga telur dan anaknya selama 20 bulan, sehingga masa berbiak hanya bisa dilakukan setahun sekali. Betina mencapai usia matang seksual pada umur sekitar 5 tahun, dan jantan 7 tahun.
Rentang umur elang Filipina di alam liarnya tidak diketahui. Namun dari hasil pengamatan terhadap elang Filipina yang dikandangkan, memiliki umur hingga 41 tahun. Tetapi karena keadaan di alam liar lebih tidak terkontrol dibandingkan dengan keadaan di kandang, diperkirakan umur elang ini di alam liar lebih pendek daripada elang Filipina yang dikandangkan.
Perilaku
Makanan elang ini bervariasi antara jenis dan ukuran mulai dari monyet, bajing loncat, kelelawar, hingga burung berukuran besar seperti rangkong. burung juvenil belajar berburu tanpa intervensi dari parentalnya. Elang Filipina merupakan pemangsa oportunis dengan preferensi mangsa adalah spesies-spesies yang hidup di atas pohon.
Ketika akan berbiak, perilaku display di udara mulai dilakukan. Perilaku seperti soaring berpasangan, kejar-kejaran (betina terjun diagonal di ikuti oleh jantan mengejar dari belakang), dan presentasi talon berpasangan, tercatat selama pengamatan pada sepasang elang Filipina pada awal juli 1999.
Pola perkembangan juvenil ditunjukkan pada tabel di bawah ini (Kennedy, 1985):
| Age when the head is held up | 7-10 days |
| Stood momentarily | 25-27 days |
| First wing flapping | 32 days |
| First pin feathers appear in scapulars | 37 days |
| Walking | 45 days |
| First eating by itself | 54 days |
| First time off nest | 118-151 days |
| Fledged (departed nest tree) | 130-164 days |
| Started to wander from nest area | 246-288 days |
| First observed kill | 304 days |
| Last seen in parent’s home range | 640 days |
Rentang umur elang Filipina di alam liarnya tidak diketahui. Namun dari hasil pengamatan terhadap elang Filipina yang dikandangkan, memiliki umur hingga 41 tahun. Tetapi karena keadaan di alam liar lebih tidak terkontrol dibandingkan dengan keadaan di kandang, diperkirakan umur elang ini di alam liar lebih pendek daripada elang Filipina yang dikandangkan.
Sumber:
http://www.philippineeagle.org/pe/pe1.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Philippine_Eagle
3. Blyth Hawk Eagle (Spizaetus alboniger)
Morfologi
Burung berukuran sedang dengan panjang tubuh 51-58 cm. Dewasa memiliki garis pita hitam pada ekor, tubuh bagian atas berwarna hitam, strip hitam putih pada dada, dan memiliki jambul di kepala.
Biologi
Elang hitam putih tergolong ke dalam famili Accipitridae.
Distribusinya tersebar di semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan. Habitatnya pada hutan terbuka, bukit dan hutan pegunungan hingga ketinggian 1980 m dpl.
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Blyth%27s_Hawk-eagle
4. Steppe Eagle (Aquila nipalensis)
Morfologi
Burung ini memiliki panjang tubuh 62-74 cm, dan rentang sayap 165-190 cm. Perbedaannya dengan elang Tawny adalah ukurannya yang besar dan warna bulunya yang lebih gelap. Berat tubuhnya antara 2500-4000 gram.
Biologi
Seperti elang lainnya, elang Steppe tergolong ke dalam famili Accipitridae.
Burung ini bermigrasi pada musim dingin dari Rumania timur hingga Mongolia ke India dan Afrika. Elang Steppe menyukai habitat terbuka seperti gurun, semi-gurun, stepa, atau savana.
Burung ini hampir identik dengan elang Tawny, kecuali secara morfologi.
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Steppe_Eagle
foto: http://www.mangoverde.com/birdsound/picpages/pic30-208-1.html
5. Golden Eagle (Aquila chrysaetos)
Morfologi
Elang emas memiliki panjang tubuh rata-rata 75-85 cm, rentang sayap 150-210 cm, dan berat tubuh 3-5 Kg. Secara umum betina lebih besar daripada yang jantan. Tubuhnya berwarna coklat tua, kecuali pada leher dan kaki berwarna emas, serta pada bagian tengah sayap berwarna coklat muda.
Biologi
Habitat elang emas bervariasi dari hutan pegunungan yang lembab hingga padang rumput. Burung ini terdistribusi di Eropa dan Asia.
Sarangnya berada di tebing atau di pohon-pohon yang tinggi. Ukuran sarangnya mencapai diameter 2 m dan tinggi 1 m.
Elang emas berpasangan secara monogami seumur hidup. Betina mengeluarkan telur antara bulan Januari dan Maret. Telur akan menetas setelah 45 hari. Anakan diberi makan oleh induknya sebelum mampu melakukan percobaan terbang pertama selama 50 hari.
Perilaku
Elang emas berburu secara berpasangan. Pasangan yang satu memojokkan mangsa, dan pasangan lainnya menangkap mangsa. Mangsa burung ini sebagian besar adalah mamalia berukuran sedang seperti marmut dan tikus, rubah, dan rusa muda.
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Golden_Eagle
http://www.sdakotabirds.com/species/golden_eagle_info.htm
foto: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b4/GoldenEagle3.jpg
Harimau Siberia

Harimau Siberia / Amur / Ussuri / Tenggara Cina / Manchuria tergolong dalam kerajaan haiwan dalam filum kordata (bersaraf tunjang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar menyusu), susunan maging (Carnivor), keluarga felidae (kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau), sub-spesies Panthera tigris altaica.
Harimau dipercayai berasal daripada sejenis haiwan pemangsa zaman purba yang dikenali sebagai Miacids. Miacids hidup pada akhir zaman Cretaceous kira-kira 70-65 juta tahun dahulu semasa zaman dinosaur di Asia Barat (Andrew Kitchener, "The Natural History of Wild Cats"). Sulur-galur harimau kemudiannya berkembang di kawasan timur Asia di China dan Siberia sebelum berpecah dua, satunya bergerak ke arah hutan Asia Tengah ke barat dan baratdaya menjadi harimau Caspian. Sebahagian lagi bergerak dari Asia Tengah ke arah kawasan pergunungan barat, dan seterusnya ke Asia tenggara dan kepulauan Indonesia, sebahagiannya ke barat sehingga ke India (Hemmer,1987)
Dalam spesies harimau modern, terdapat lima sub-spesies harimau dalam Genus Panthera yang masih hidup pada masa sekarang dari jumlah asal lapan sub-spesies harimau moden. Tiga sub-spesies harimau yang selebihnya telah pun dianggap pupus secara rasmi. Sub-spesies harimau yang diketahui adalah seperti berikut :-
Harimau Indochina (Panthera tigris corbetti) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Malaysia, Kemboja, China, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.
Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Bangladesh, Bhutan, China, India, dan Nepal.
Harimau Cina Selatan (/amoy) (Panthera tigris amoyensis) - yang tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput tengah dan barat China.
Harimau Siberia (Panthera tigris altaica) - atau juga dikenali sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Harimau Siberia tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput China, Korea Utara, dan Asia Tengah di Russia.
Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) - yang tinggal hanya di kepulauan Sumatera, Indonesia.
Harimau Caspian (Panthera tigris virgata) - yang telah pupus sekitar 1950an. Harimau Caspian ini pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan dan padang rumput Afganistan, Iran, Mongolia, Turki, dan kawasan Asia tengah Russia.
Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) - yang telah pupus sekitar 1972. Harimau Jawa pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Jawa, Indonesia.
Harimau Bali (Panthera tigris balica) - yang telah pupus sekitar 1937. Harimau Bali pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Bali, Indonesia.
Harimau Siberia atau Panthera tigris altaica, tinggal dikawasan hutan kon, scrub oak, dan hutan birch di timur Russia. Sebilangan kecil Harimau Siberia terdapat di tenggara Cina dan di utara Korea Utara.
Dianggarkan hanya terdapat 360 hingga 450 ekor harimau sub-spesies Panthera tigris tigris yang masih hidup liar, dan terdapat juga lebih kurang 500 ekor lagi yang dipelihara di dalam zoo di seluruh dunia.
Harimau Siberia mempunyai warna latar kuning bata yang lebih cerah berbanding harimau sub-spesies lain. Ia mempunyai belang perang dan bukannya hitam, dan berjarak jarang. Harimau Siberia mempunyai bulu dada dan perut yang bewarna putih. Selain itu harimau Siberia mempunyai rimbunan bulu putih yang tebal mengelilingi lehernya. Harimau Siberia merupakan harimau terbesar dalam sub-spesies harimau. Harimau Siberia jantan mempunyai panjang purata 3.3 meter (10 kaki 9 inci) dari kepala hingga ke hujung ekor dengan berat purata 300 kilogram (660 paun). Harimau Siberia betina pula berukuran 2.6 meter (8 1/2 kaki) panjang dengan berat 100 hingga 167 kilogram (200 hingga 370 paun).
Harimau Siberia pada kebiasaannya memburu elk, dan babi liar. (Ecology and Conservation of the Siberian Tiger, 1998). Disebabkan mangsa harimau Siberia tidak tersebar secara sekata dan juga sentiasa bergerak mengikut musim, saiz kawasan harimau Siberia memburu agak besar merangkumi kawasan seluas 800-1,000 kilometer persegi (309-390 batu persegi) untuk harimau Siberia jantan sementara harimau Siberia betina memburu dalam kawasan seluas 100-400 kilometer persegi (39-154 batu persegi). (Nowell and Jackson, 1996)
Pencerobohan kawasan yang dihuni oleh harimau Siberia yang disebabkan oleh pembangunan, dan pertanian menyebabkan kewujupan harimau Siberia semakin tertekan. Walaupun harimau dianggap sebagai haiwan yang perkasa dan menjadi lambang kegagahan dan keberanian, kesemua spesies harimau kini berhadapan dengan ancaman untuk terus hidup. Sekiranya tidak ada sesiapa yang bertindak untuk menyelamatkan mereka, harimau Siberia akan tinggal nama sahaja dimasa akan datang.
Russia telahpun menjalankan langkah-langkah pemeliharaan dan pembiakan harimau Siberia. Program pembiakan harimau Siberia merupakan program paling lama dan terbesar bagi dikalangan sub-spesies harimau dan merupakan satu contoh pemeliharaan secara saintifik bagi zo dan akurium seluruh dunia. Dianggarkan terdapat 501 harimau Siberia berasal daripada 83 harimau liar, oleh itu harimau Siberia dianggap mempunyai baka gen terbesar yang paling pelbagai dan populasi yang paling stabil untuk tujuan pengekalan sub-spesies.
Tikus Berbelalai !!
Ditemukan Tikus Berbelalai!
Arfi Bambani Amri - detikcom

Arlington - Sebuah tim ilmuwan dari Italia dan Amerika Serikat menemukan sebuah spesies mamalia berbulu dengan hidung seperti gajah: berbelalai! Badan mirip tikus, namun diketahui kekerabatannya lebih dekat dengan aardvark, sapi laut dan gajah.
Hewan yang kemudian disebut tikus gajah itu ditemukan di dua daerah ketinggian di pegunungan selatan dan tengah Tanzania. Dia dinamakan tikus gajah bukan karena berkerabat dengan gajah tapi karena hidung yang panjang dan fleksibel mereka yang persis seperti gajah.
Namun, seperti halnya tikus, mamalia ini memakan serangga. Ironisnya, penelitian molekuler membuktikan bahwa mereka lebih berkerabat dekat dengan gajah dibanding dengan tikus.
Sejauh ini, sudah terdapat 15 spesies tikus gajah atau disebut juga sengi dalam bahasa Swahili. Sengi yang baru ini pertama tertangkap kamera pada tahun 2005 saat seorang peneliti dari Museum Trento, Italia, Francesco Rovero, menata sebuah kamera otomatis di hutan terpencil Tanzania, pegunungan Udzungwa.
"Ketika saya melihat hasil kamera dan lalu ke foto, saya segera menemukan seekor makhluk mirip tikus gajah yang sangat berbeda dengan spesies yang sudah pernah diketahui sebelumnya. Dan saya sadar telah menemukan sesuatu yang mungkin menantang," ungkap Rovero seperti dilansir Direktur Media Conservation International, Susan Bruce, secara tertulis kepada detikcom, Sabtu (2/2/2008).
Rovero lalu mengirimkan gambar itu ke Galen Rathbun di Akademi Sains California, yang menyatakan hewa berbulu warna-warni itu sebagai spesies baru. Lalu dibiayai berbagai yayasan, satu tim gabungan dari Italia dan Amerika lalu mengadakan perjalanan mencari langsung spesies baru itu.
Ditemukanlah sengi baru ini memiliki keunikan. Dia memiliki wajah abu-abu dan ekor yang hitam, beserta ukuran tubuh yang besar. Sengi raksasa ini diketahui hanya hidup di dua populasi seluas 300 kilometer persegi di Tanzania.
"Ini penemuan paling menakjubkan sepanjang karier saya," ujar Rathbun, yang telah belajar ekologi, struktur sosial dan evolusi sengi selama 30 tahun. "Ini adalah spesies tikus gajah raksasa pertama yang ditemukan dalam 126 tahun," imbuh Rathbun.
"Saat saya pertama kali menggendong hewan ini ke dalam tenda fotografi, saya tahu telah menemukan spesies baru, bukan hanya karena warnanya yang unik tapi juga karena sangat berat!" kata Rathbun.
Sengi berwajah abu-abu yang kemudian diberi nama Latin Rhynchocyon udzungwensis itu memiliki berat 700 gram atau 25 persen lebih besar dari sengi-sengi yang sudah dikenal sebelumnya. ( aba / aba )
LEBAH MADU
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An Nahl, 16:68-69) Madu dihasilkan dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada kebutuhan lebah. Jelaslah bahwa minuman berkhasiat obat ini diciptakan agar bermanfaat bagi manusia.
Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa dari sang penghasilnya, yaitu lebah madu.
Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah sari madu bunga (nektar), yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru -yaitu madu- dan menyimpannya untuk musim dingin mendatang.
Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan pembuatan dalam jumlah berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan tenaga? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata "wahyu [ilham]" yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.
Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.
Pengaturan Yang Luar Biasa Dalam Sarang Lebah
Kehidupan lebah di sarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama "kehidupan masyarakat" lebah. Lebah harus melaksanakan banyak "tugas" dan mereka mengatur semua ini dengan pengaturan yang luar biasa. Rancangan segienam dari petak-petak sarang lebah memungkinkan penyimpanan madu dalam jumlah terbanyak dengan bahan baku pembuatan sarang, yakni lilin, dalam jumlah paling sedikit. Lebah hanyalah serangga berukuran 1-2 cm dan ia melakukan perhitungan itu dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.
Pengaturan kelembapan dan pertukaran udara: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga pertukaran udara.
Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah pengatur pertukaran udara yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.
Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.
Penataan kesehatan: Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang. Kehidupan lebah di dalam sarang serta pembuatan madu oleh mereka sangatlah menakjubkan. Lebah melakukan banyak "pekerjaan" dan mereka berhasil melakukannya dengan baik melalui pengaturan (pengorganisasian) yang luar biasa.
Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, digunakan cara pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang disebut "propolis" (yakni, getah lebah) untuk pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, getah tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.
Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun hidup di dalamnya. Ini menjadikan propolis sebagai zat terbaik untuk pembalsaman. Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat tersebutlah yang terbaik? Bagaimana lebah menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, serta dengan pemahaman ilmu kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal ini?
Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.
Read More......









