KB Alami Murah dan Tidak Repot

E temen2, aku pny info bagus lho! :x Info ini ku dapat saat aku sedang kuliah. Waktu itu, dosennya baru ngejelasin pengaruh hormon prolaktin pada pertumbuhan berudu katak menjadi katak dewasa. Trus nyambung ke pengalaman dosen yang pernah ngadain penelitian ttg hormon prolaktin jg, bukan pada katak, tapi pada manusia. Dan pengaruhnya terhadap KB alami. Wah kok masalah KB? Yang penting kan ilmunya, walaupun kita –terutama saya- belum siap untuk itu, tapi kan yg penting dah tau ilmunya. :D

Ceritanya gini, pertama kali dipilih ibu2 yang pny sifat ibu alami :$ “Mother Nature” :$ dengan ciri2:

  1. Menyusui anaknya, maksudnya si ibu benar2 menyusui anaknya sendiri, tidak seperti yg dilakukan oleh kebanyakan ibu jaman skrg, yang membeikan susu formula ato nyewa orang untuk menyusui anaknya, karena tidak sempat menyusui anaknya.
  2. Tidak dengan batas waktu, bila si anak menangis, si ibu langsung menyusui anaknya tanpa pikir panjang lagi. Bukannya tadi baru saja disusui, kok nangis lagi, nanti aja dua jam lagi. Bukn begitu ya!
  3. Tidak memberi makanan tambahan ≤ 4 bln, si bayi tidak diberi makanan tambahan oleh ibunya sebelum si bayi berumur 4 bln ato lebih. Hanya diberi ASI aja.
  4. Tidur dengan anaknya, untuk lebih mendekatkan perasaan emosional si ibu dengan si anak.

Trus kalo dah gitu, hubungannya dg KB alami yang mana donk? Kok ga nyambung. Sabar ya! .................... Yup, kita mulai skrg. :z

Di dalam tubuh si ibu kan ada hormon prolaktin yang berfungsi untuk memproduksi air susu. Iya nggak? Mengapa pada waktu si ibu masih dalam masa menyusui, si ibu itu tidak mengalami haid? Kok malah tanya, meneketehe.... Jadi gini, hormon kelamin wanita itu kan ada dua; LH (Luteinezing Hormon) & FSH (folikel Stimulating Hormon), yang keduanya berperan saat menstruasi terjadi. Pada saat si ibu dalam masa munyusui, maka kelenjar hipofise merespon bahwa harus diproduksi lebih byk prolaktin, maka LH & FSH tidak dibuat, ya jadi tidak haid, githuu! Kalo si ibu belum haid lagi, berarti belum subur, dan akhirnya belum bisa hamil lagi.

Nah dah jelas belum? Intinya, jika si ibu ingin mencoba tips KB alami ini, maka si ibu harus rajin-rajin menyusui anaknya, dimanapun dan kapanpun waktunya, tanpa pembatasan waktu. Artinya cairan susu yang ada di kelenjar susu ibu, harus sering-sering kosong, agar prolaktin terus dibuat oleh kelenjar hipofise. Caranya? Ya itu tadi, si ibu harus rajin-rajin menyusui anaknya bila si anak butuh susu. Kalo anda wanita karier, maka untuk memenuhi itu –maaf- ya harus diperas sendiri, untuk menjaga agar kelenjar susu tetap dalam keadaan kosong. Skrg kan dah ada alat untuk nyedot cairan susu. Trus masukin freezer dan nanti setelah pulang diberikan ke anaknya.

Dan kerennya, ternyata di dalam Al-Qur’an pun sudah dijelaskan cara KB alami ini. Ada di QS. Al-Baqarah: 233 yang bunyinya “Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”. Apabila si ibu mau menerapkan tips di atas tadi, maka si ibu tidak akan mengalami haid selama ± 2 th, bahkan ada yang sampai 48 bln. Dan inilah KB alami yang murah, dan tidak repot. Ternyata Al-Qur’an emang keren kan! Emang ga salah pilih Al-Qur’an sebagai pedoman.

Yah itu tadi lah, sedikit pengetahuan yang saya tahu. Mungkin jika ada dari temen2 yang lebih bisa menjelaskannya dg lebih detail lagi, tolong bantu saya. Karena saya hanya manusia biasa yang byk salah dan kurangnya. :L

Read More......

Elang dan Spesiesnya

Elang dikenal sebagai burung pemangsa berukuran besar, memiliki kemampuan terbang yang kuat, sayap yang lebar, paruh yang besar dan tajam, serta kuku yang kuat. Elang juga memiliki penglihatan tajam untuk melihat mangsa dari jarak yang jauh. Dengan kemampuan seperti ini, elang menempatkan dirinya berada di puncak rantai makanan pada ekosistem dimana dia berada.

Kebanyakan elang merupakan penghuni dunia lama. Seluruh jenis elang termasuk ke dalam ordo Falconiformes (atau Accitriformes, menurut skema klasifikasi alternatif). Hampir seluruh Falconiformes pemakan daging (karnivora). Elang memiliki rentang umur yang panjang, dan laju reproduksi yang rendah. Seluruh elang berpasangan secara monogami.

Struktur rangka dan otot elang yang unik membuat burung ini memiliki kemampuan terbang jarak jauh, elang Steppe mampu menempuh jarak sejauh 4000 mil dari kawasan Asia tengah hingga ke kawasan Afrika. Tulang pada burung elang (dan burung-burung besar seperti albatros atau vulture) memiliki sifat pneumatic (rangka memiliki rongga yang dipenuhi oleh udara). Selain sifat tulang, kemampuan terbang jarak jauh juga ditunjang oleh modifikasi otot dan sayap. Berat otot pada burung elang terletak pada pusat gravitasinya, sayap berukuran besar dan lebar untuk memudahkan aliran udara menaikkan tubuhnya. Sifat tulang, berat otot, dan ukuran sayap yang unik ini membuat elang dengan bobot 7 Kg menjadi seringan bulu ketika terbang. Selain itu juga dapat membuat elang mampu terbang tanpa mengepakkan sayapnya. Kita dapat lihat ketika elang soaring di udara, sayapnya terbentang dengan lebar tanpa dikepakkan. Sayap dikepakkan biasanya untuk menambah kecepatan terbang, terutama ketika berburu mangsa.

Beberapa jenis yang terkenal:

1. Tawny Eagle (Aquila rapax)

Morfologi

elang1.jpg

Memiliki panjang tubuh 62-72 cm, dan rentang sayap 165-185 cm. Kepala dan tubuh bagian bawah berwarna coklat muda. Tubuh bagian atas memiliki warna bervariasi, mulai dari coklat tua hingga coklat kepucat-pucatan. Ujung sayap berwarna putih. Betinanya berukuran lebih besar daripada jantan. Paruh memiliki bercak hitam pada ujungnya.

Biologi

Elang Tawny termasuk kedalam famili Accipitridae.

Burung ini berkembang biak sebagian besar di Afrika, sebelah utara dan selatan gurun Sahara, dan sepanjang barat daya tropis Asia hingga India. Elang Tawny lebih menyukai habitat terbuka seperti gurun, semi-gurun, stepa, atau savana, dari ketinggan 0 m dpl hingga ketinggan 2400 m dpl.

Burung ini bersarang antara bulan Maret dan Juli pada batang pohon yang besar, biasanya dari keluarga Akasia, atau pada permukaan tanah. Telur yang dihasilkan berjumlah 1-3 telur, dengan masa inkubasi 39-44 hari.

Perilaku

Elang Tawny memakan bangkai dari sisa makanan hyena atau burung kondor, mencuri makanan pemangsa lain, memangsa mamalia dari ukuran sebesar kelinci hingga tikus, serta memangsa reptil seperti ular.

Elang Tawny mengeluarkan suara “kyow” melengking seperti gagak. tetapi secara umum burung ini termasuk pendiam, kecuali ketika display.

Sumber:

http://www.nature-wildlife.com/teag.html

http://en.wikipedia.org/wiki/Tawny_Eagle

foto: http://www.kenyabirds.org.uk/teagle.htm

2. Elang Filipina (Pithecophaga jefferyi)

Morfologi

elang2.JPG

Kepala burung ini memiliki bulu yang panjang sehingga menyerupai kepala singa. Tubuh bagian atas berwarna coklat, dan tubuh bagian bawah berwarna putih. Betina berukuran rata-rata panjang 1 m, berat 7 kg, dan panjang sayap mencapai 2 m. Paruh berwarna hitam.

Biologi

Elang filipina merupakan salah satu burung raptor hutan terbesar dan terkuat di dunia. Tetapi elang ini juga merupakan elang terlangka di dunia. Elang ini endemik di Filipina, khususnya di pulau Luzon, Samar, Leyte, dan Mindanao. Habitatnya pada hutan tropis dari ketinggian 750 m hingga 1590 m.

Elang Filipina digolongkan ke dalam famili Accipitridae.

Elang Filipina memiliki pasangan monogami seumur hidup. Sarang biasanya di pohon-pohon dipterokarp yang emergen, letak sarangnya antara 27 m hingga 50 m dari atas tanah. Dimensi sarangnya antara 1,2 x 1,2 m hingga 1,2 x 1,7 m.

Betina menghasilkan 1 telur setiap berbiak, dengan masa inkubasi 58-68 hari. Burung dewasa akan menjaga telur dan anaknya selama 20 bulan, sehingga masa berbiak hanya bisa dilakukan setahun sekali. Betina mencapai usia matang seksual pada umur sekitar 5 tahun, dan jantan 7 tahun.

Rentang umur elang Filipina di alam liarnya tidak diketahui. Namun dari hasil pengamatan terhadap elang Filipina yang dikandangkan, memiliki umur hingga 41 tahun. Tetapi karena keadaan di alam liar lebih tidak terkontrol dibandingkan dengan keadaan di kandang, diperkirakan umur elang ini di alam liar lebih pendek daripada elang Filipina yang dikandangkan.

Perilaku

Makanan elang ini bervariasi antara jenis dan ukuran mulai dari monyet, bajing loncat, kelelawar, hingga burung berukuran besar seperti rangkong. burung juvenil belajar berburu tanpa intervensi dari parentalnya. Elang Filipina merupakan pemangsa oportunis dengan preferensi mangsa adalah spesies-spesies yang hidup di atas pohon.

elang3.JPG
Ketika akan berbiak, perilaku display di udara mulai dilakukan. Perilaku seperti soaring berpasangan, kejar-kejaran (betina terjun diagonal di ikuti oleh jantan mengejar dari belakang), dan presentasi talon berpasangan, tercatat selama pengamatan pada sepasang elang Filipina pada awal juli 1999.

Pola perkembangan juvenil ditunjukkan pada tabel di bawah ini (Kennedy, 1985):

Age when the head is held up

7-10 days

Stood momentarily

25-27 days

First wing flapping

32 days

First pin feathers appear in scapulars

37 days

Walking

45 days

First eating by itself

54 days

First time off nest

118-151 days

Fledged (departed nest tree)

130-164 days

Started to wander from nest area

246-288 days

First observed kill

304 days

Last seen in parent’s home range

640 days

Rentang umur elang Filipina di alam liarnya tidak diketahui. Namun dari hasil pengamatan terhadap elang Filipina yang dikandangkan, memiliki umur hingga 41 tahun. Tetapi karena keadaan di alam liar lebih tidak terkontrol dibandingkan dengan keadaan di kandang, diperkirakan umur elang ini di alam liar lebih pendek daripada elang Filipina yang dikandangkan.

Sumber:

http://www.philippineeagle.org/pe/pe1.htm

http://en.wikipedia.org/wiki/Philippine_Eagle

3. Blyth Hawk Eagle (Spizaetus alboniger)

Morfologi

Burung berukuran sedang dengan panjang tubuh 51-58 cm. Dewasa memiliki garis pita hitam pada ekor, tubuh bagian atas berwarna hitam, strip hitam putih pada dada, dan memiliki jambul di kepala.

elang4.JPG

Biologi

Elang hitam putih tergolong ke dalam famili Accipitridae.

Distribusinya tersebar di semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan. Habitatnya pada hutan terbuka, bukit dan hutan pegunungan hingga ketinggian 1980 m dpl.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Blyth%27s_Hawk-eagle

4. Steppe Eagle (Aquila nipalensis)

Morfologi

Burung ini memiliki panjang tubuh 62-74 cm, dan rentang sayap 165-190 cm. Perbedaannya dengan elang Tawny adalah ukurannya yang besar dan warna bulunya yang lebih gelap. Berat tubuhnya antara 2500-4000 gram.

elang5.JPG

Biologi

Seperti elang lainnya, elang Steppe tergolong ke dalam famili Accipitridae.

Burung ini bermigrasi pada musim dingin dari Rumania timur hingga Mongolia ke India dan Afrika. Elang Steppe menyukai habitat terbuka seperti gurun, semi-gurun, stepa, atau savana.

Burung ini hampir identik dengan elang Tawny, kecuali secara morfologi.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Steppe_Eagle

foto: http://www.mangoverde.com/birdsound/picpages/pic30-208-1.html


5. Golden Eagle (Aquila chrysaetos)

Morfologi

Elang emas memiliki panjang tubuh rata-rata 75-85 cm, rentang sayap 150-210 cm, dan berat tubuh 3-5 Kg. Secara umum betina lebih besar daripada yang jantan. Tubuhnya berwarna coklat tua, kecuali pada leher dan kaki berwarna emas, serta pada bagian tengah sayap berwarna coklat muda.

elang6.JPG

Biologi

Habitat elang emas bervariasi dari hutan pegunungan yang lembab hingga padang rumput. Burung ini terdistribusi di Eropa dan Asia.

Sarangnya berada di tebing atau di pohon-pohon yang tinggi. Ukuran sarangnya mencapai diameter 2 m dan tinggi 1 m.

Elang emas berpasangan secara monogami seumur hidup. Betina mengeluarkan telur antara bulan Januari dan Maret. Telur akan menetas setelah 45 hari. Anakan diberi makan oleh induknya sebelum mampu melakukan percobaan terbang pertama selama 50 hari.

Perilaku

Elang emas berburu secara berpasangan. Pasangan yang satu memojokkan mangsa, dan pasangan lainnya menangkap mangsa. Mangsa burung ini sebagian besar adalah mamalia berukuran sedang seperti marmut dan tikus, rubah, dan rusa muda.

Sumber:

http://en.wikipedia.org/wiki/Golden_Eagle

http://www.sdakotabirds.com/species/golden_eagle_info.htm

foto: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b4/GoldenEagle3.jpg

Read More......

Bio Toilet Pertama Di Indonesia


BANDUNG, SENIN - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan teknologi Bio Toilet pertama di Indonesia guna menjawab kebutuhan toilet hemat air bersih dan efektif di kawasan pemukiman padat penduduk.

“Bio Toilet ini dikembangkan akhir 2007 lalu, khusus dirancang tidak menimbulkan pencemaran sungai atau lingkungan,” kata Peneliti Bidang Energi LIPI, Muhammad Effendi, di Bandung, Senin (10/3).

Ia mengatakan, bio toilet itu didesain khusus tidak menimbulkan pencemaran karena kotorannya ditampung ke dalam dry box yang terbuat dari baja dan lapisan stainless steel yang cukup tebal. Dry box itu, lanjut dia, diisi juga dengan serbuk gerjagi yang berfungsi untuk menyerap cairan dan bau yang dihasilkan dari kotoran.

“Hasil pembuangan itu masuk langsung ke dalam kotak penampungan setelah terlebih dahulu diaduk dengan serbuk gergaji dengan menggunakan mixer dengan motor penggerak yang hemat energi,” katanya.

Berbeda dengan toilet ¢konvensional¢ yang tempat westafel-nya rata dengan tanah dan pakai septic tank, bio toilet dibuat lebih tinggi sekitar satu meter sehingga penggunanya harus menaiki beberapa anak tangga. Pada bagian westafel-nya tidak ada air sama sekali, kotoran langsung masuk ke dry box dan tidak menimbulkan bau karena diurai dengan serbuk gergaji.

“Daya tampung dry box mencapai 500 liter dan bisa dipergunakan untuk 50 orang per hari, penggunaan airnya tidak menggunakan spray,” kata M Effendi. Sebuah dry box bisa dipergunakan hingga empat bulan. Sedangkan kotoran di dalamnya dikeringkan dan bisa digunakan sebagai pupuk. Biaya pembuatan satu unit bio toilet itu menghabiskan dana sebesar Rp25 juta. Produk pertama bio toilet itu telah dipasang di kawasan pemukiman Kelurahan Sukapura Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. “Bio toilet itu merupakan yang pertama di Indonesia, sedangkan negara pertama yang mengembangkannya adalah Jepang,” kata Muhammad Effendi menambahkan.


Read More......

Venus dan Sundew: Ahli Penangkap Serangga

Dunia yang kita huni dipenuhi oleh kehidupan yang dilengkapi dengan sistem yang sempurna dan mengagumkan. Beragam makhluk hidup yang menakjubkan, dari burung hingga tumbuhan, dan dari ikan hingga serangga, yang kesemuanya tidak memiliki kecerdasan ataupun akal - dan terkadang bahkan tidak memiliki otak - senantiasa membuat kita kagum dengan perilaku cerdas dan sempurna yang mereka perlihatkan. Kebanyakan perilaku ini menjadikan manusia berdecak kagum dan terheran-heran. Manusia, dengan segala ilmu dan pengetahuannya bahkan tidak mampu memahami sebagian perilaku ini, apalagi menirunya. Di bawah ini, kita akan menyaksikan dua diantara beragam tumbuhan yang memiliki desain dan keahlian yang jauh melebihi apa yang dimiliki manusia.

Venus, Menggenggam Lebih Cepat dari Jari Jemari Manusia

Selain binatang pemangsa yang sering kita saksikan, ternyata terdapat pula sejumlah tumbuhan yang juga "berburu" dengan kemampuan menangkap mangsa yang sungguh mengagumkan. Salah satunya adalah tumbuhan pemangsa serangga yang bernama Venus. Tumbuhan ini memiliki sistem perangkap untuk menjebak, menangkap dan memakan serangga yang hinggap padanya.

Tumbuhan ini menarik perhatian serangga dengan warna merah daunnya yang menawan. Kendatipun ciri mengagumkan ini ada padanya, ia sendiri sama sekali tak menyadari akan hal ini. Serangga tergoda oleh aroma sedap yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di sekeliling dedaunan tumbuhan Venus. Ia lantas terbang mendekat dan kemudian hinggap di atas tumbuhan tanpa rasa curiga sedikitpun akan bahaya yang mengintainya. Di saat bergerak ke sumber "makanan", ia menyentuh rambut-rambut yang seolah tampak tidak berbahaya pada permukaan tumbuhan tersebut.

Ketika merasakan sentuhan serangga yang menghampirinya, tumbuhan ini dengan segera bergerak melipat dan menutup rapat daun-daunnya. Gerakan ini membuat serangga terperangkap dan terjepit di antara daun-daun tersebut. Daun-daun ini mengapit semakin lama semakin erat akibat kepakan sayap serangga yang menyentuh rambut secara berulang-ulang. Tumbuhan ini kemudian mengeluarkan cairan "penghancur dan pelarut daging" pada tubuh serangga. Dalam waktu singkat, ia melumatkan mangsanya hingga menjadi seperti bubur dan kemudian memakan hidangan yang lezat ini.

Tumbuhan Venus memiliki kemampuan menutup daun-daunnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Lebih cepat dibandingkan dengan gerakan tercepat menutupnya jari-jemari tangan manusia. Buktinya, seringkali manusia tak mampu menangkap seekor lalat yang hinggap pada telapak tangannya, tapi tumbuhan Venus melakukannya dengan mudah. Yang menarik untuk diketahui adalah bagaimana tumbuhan yang tidak memiliki otot atau kerangka ini mampu melakukan gerakan yang sangat cepat tersebut?

Terdapat sistem elektrik yang sangat rumit pada tumbuhan Venus. Rangsangan yang diakibatkan oleh sentuhan tubuh serangga pada rambut-rambut Venus diteruskan ke reseptor (sistem penerima rangsangan) di bawah rambut-rambut tumbuhan tersebut. Reseptor lalu meneruskan rangsangan ini dalam bentuk signal-signal listrik ke sel-sel motorik yang menyebabkan daun-daun Venus melakukan gerakan cepat dan mendadak. Terakhir, mekanisme tersebut diaktifkan terus-menerus untuk menahan serangga agar tidak lepas.

Apa yang terjadi di tingkat sel motorik? Segera setelah sel-sel motorik ini menerima rangsangan listrik, mereka merubah konsentrasi air dalam tubuh mereka. Sel-sel di bagian dalam alat perangkap mengeluarkan air dari tubuhnya dan kemudian menyusut. Fenomena ini mirip balon yang mengempis dan mengeluarkan udara. Sebaliknya, sel-sel di bagian luar alat perangkap menyerap kelebihan air dan mengembang. Proses ini terjadi secara cepat sehingga tumbuhan tersebut menutup daun-daunnya dengan kecepatan sangat tinggi.

Di samping itu, kelenjar pencernaan pada alat perangkap juga turut diaktifkan. Akibat rangsangan, kelenjar ini mulai mengeluarkan cairan untuk melumatkan dan melarutkan tubuh serangga secara perlahan-lahan. Meskipun sangat ampuh untuk melarutkan protein, cairan kimia ini tidak membahayakan daun-daun tumbuhan Venus itu sendiri. Dengan cara ini, tumbuhan Venus menyantap bubur mangsanya yang telah berubah menjadi semangkok sup kaya protein.

Seusai menyantap makanan, mekanisme yang sebelumnya menggerakkan alat perangkap Venus supaya menutup, kini bekerja sebaliknya untuk membukanya. Untuk mengaktifkan perangkap, rambut-rambut Venus harus disentuh dua kali berturut-turut. Dengan mekanisme aksi ganda ini, tumbuhan Venus tidak pernah menutup dengan sia-sia tanpa tujuan yang jelas. Misalnya, perangkap tidak akan menjadi aktif dan menutup ketika setetes air hujan jatuh mengenainya.

Di sini, yang sangat penting untuk diketahui adalah bahwa Venus, si pemburu yang ahli ini, tidak memiliki otak atau organ tubuh semisalnya, sehingga ia tidak mampu berpikir. Sungguh, Venus tidak menyadari kemampuannya yang luar biasa, yang menjadikannya mampu berburu serangga yang dapat terbang dengan cepat. Semua ini memperlihatkan adanya sistem perangkap, penangkapan dan penghancuran tubuh serangga dengan ketepatan yang sangat akurat, teknik dan desain sempurna pada bagian-bagiannya yang terkecil sekalipun.

Tak perlu dipertanyakan lagi, asal-usul desain semacam ini tak mungkin dijelaskan sebagai sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, secara kebetulan atau sekedar fenomena alam biasa. Jelas bahwa Pencipta Maha Agung yang mengatur seluruh alam inilah yang memberi tumbuhan Venus kemampuan luar biasa. Inilah ciptaan Allah yang tiada bandingnya. Dalam sebuah ayat Alqur'an, dinyatakan:

Dan berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa rizkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Ankabuut, 29:60)

Sundew, Memiliki Lem Paling Kuat di Dunia

Tumbuhan sundew asal Afrika Selatan tumbuh di tanah yang tandus. Sundew bahkan dapat hidup di areal semi-gurun pasir. Ia diciptakan dengan kemampuan berburu yang sangat menarik, yang memungkinkan tumbuhan ini mendapatkan sari makanan yang tidak mungkin didapatnya dari tanah dengan cara lain. Daun-daun tumbuhan Sundew berbentuk seperti batang pipih yang memanjang dan dipenuhi rambut merah panjang. Ujung rambut-rambutnya dilapisi oleh cairan yang sangat kental dengan bau khas yang menarik perhatian serangga.

Seekor serangga yang pergi menuju sumber bau tersebut dan kemudian hinggap pada tumbuhan Sundew, akan menempel lengket pada rambutnya dan berusaha melepaskan diri dari salah satu perekat paling kuat di dunia ini. Di saat serangga berjuang untuk melepaskan diri, daun panjang Sundew bergerak melipat ke bawah untuk menggenggam serangga lebih erat. Segera setelah tumbuhan menjepit mangsanya, ia mencerna serangga perlahan-lahan dan memperoleh protein esensial bagi tubuhnya. Setelah mencerna seluruh bagian serangga yang dapat dimakan, tumbuhan sundew membuka dan memasang perangkapnya lagi. Sungguh menarik bahwa perekat kuat tersebut mampu menahan serangga agar tidak lepas. Dan pada saat yang sama, perekat ini sama sekali tidak menjadikan rambut-rambut tersebut saling menempel sedemikian erat hingga menghambat gerakan tumbuhan Sundew.

Tumbuhan yang tak dapat bergerak dari tempatnya, tapi dilengkapi dengan kemampuan memperoleh makanan yang mengagumkan ini adalah bukti nyata adanya penciptaan secara khusus dan sengaja. Sistem yang merupakan cerminan dari Ilmu Allah Yang Maha Luas tersebut tak mungkin dijelaskan melalui peristiwa kebetulan. Tak seorang pun yang berakal akan berpikir bahwa sang tumbuhan Sundew sendirilah yang menemukan sistemnya yang canggih. Oleh karena itu, keberadaan dan keluasan Ilmu sang Pencipta, Yang memberi kemampuan ini pada tumbuhan Sundew, sangatlah jelas. Semua tumbuhan mendapatkan makanan melalui sistem yang diciptakan secara khusus oleh Allah untuk mereka. Allah berfirman:

Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata. (QS. Huud, 11:6)

Sumber: Harun Yahya

Read More......

Mengapa Semut Tidak Dimakan Kantung Semar?


Di dalam kantung tumbuhan “kantong-semar“ Nepenthes bicalcarata yang hidup di sebelah India Timur, hiduplah koloni semut. Tumbuhan ini bentuknya seperti teko dan memangsa serangga yang menghinggapinya. Meskipun demikian, semut bebas bergerak dan mengambil sisa-sisa serangga dan bahan makanan lainnya dari tumbuhan ini.

Kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak, semut dan tumbuhan. Meski semut mungkin saja dimakan Nepenthes, mereka dapat membangun sarang pada tumbuhan ini. Sang tumbuhan juga menyisakan jaringan tertentu dan sisa-sisa serangga untuk semut. Dan sebagai balasannya, semut melindungi tumbuhan dari musuhnya.

Begitulah contoh hubungan kehidupan antara tumbuhan dan semut. Bentuk anatomi dan fisiologi semut dan tumbuhan inangnya telah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan hubungan timbal balik antara keduanya. Meskipun para pembela teori evolusi menyatakan bahwa hubungan antarjenis makhluk hidup ini berkembang secara berangsur-angsur selama jutaan tahun, tetapi tentu saja pernyataan yang mengatakan bahwa dua makhluk yang tidak memiliki kecerdasan ini dapat sepakat merencanakan suatu sistem yang menguntungkan kedua belah pihak tidaklah masuk akal. Lalu, apa yang menyebabkan semut hidup pada tumbuhan?

Semut cenderung tinggal pada tumbuhan karena adanya cairan bernama “nektar tersisa” yang dikeluarkan tumbuhan. Cairan nektar ini merupakan daya tarik bagi semut untuk mendatangi tumbuhan. Banyak spesies tumbuhan yang terbukti mengeluarkan cairan ini pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, pohon ceri hitam menghasilkan cairan ini hanya tiga minggu dalam setahun. Tentu pengeluaran cairan pada waktu ini bukan kebetulan karena waktu tiga minggu ini bertepatan dengan satu-satunya waktu sejenis ulat menyerang pohon ceri hitam. Semut yang tertarik pada nektar dapat membunuh ulat ini serta melindungi tumbuhan.

Pada gambar, kita dapat melihat tumbuhan kantong semar sebagai “perangkap serangga”. Namun, serangga-serangga tertentu lolos dari jebakan tumbuhan kantong semar. Misalnya, semut dapat hidup berdampingan dengan kantong semar. Secara ajaib, tumbuhan ini tidak mempedulikan keberadaan semut.

Hanya dengan menggunakan akal sehat, kita dapat melihat bahwa hal ini adalah bukti hasil penciptaan. Akal sehat tidak mungkin bisa menerima bahwa pohon ini dapat memperhitungkan kapan bahaya akan menyerang lalu memutuskan bahwa cara terbaik untuk melindungi dirinya adalah dengan cara menarik perhatian semut serta mengubah struktur kimianya. Pohon ceri tidak punya otak. Oleh karena itu, ia tidak dapat berpikir, memperhitungkan, maupun mengubah campuran kimianya. Bila kita menganggap bahwa cara cerdas ini adalah sifat yang diperoleh dari suatu kebetulan, yaitu dasar berpikir evolusi, tentu ini tidaklah masuk akal. Jelas sekali bahwa pohon ini telah melakukan sesuatu yang didasarkan pada kecerdasan dan ilmu pengetahuan.

Oleh karena itu, satu-satunya kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa sifat tumbuhan ini telah terbentuk karena adanya sebuah Kehendak yang telah menciptakannya. Bila kita merujuk pada segala bentuk pengaturan yang dibuat-Nya, jelas sekali bahwa Dia tidak hanya berkuasa atas pohon, tetapi juga atas semut dan ulat. Jika penelitian dilakukan lebih jauh lagi, tentunya dapat diketahui bahwa Dia berkuasa atas semesta alam dan telah mengatur setiap bagian alam secara terpisah namun serasi dan selaras, sehingga membentuk sebuah rangkaian sempurna yang kita kenal sebagai “keseimbangan ekologi”. Bila kita berpikir lebih jauh dan meneliti bidang-bidang lain, seperti geologi dan astronomi, kita akan sampai pada gambaran yang serupa. Ke mana pun kita melangkah, kita akan menyaksikan berjuta sistem yang berfungsi dengan selaras dan teratur sempurna. Semua sistem ini menunjukkan keberadaan Sang Pengatur. Meskipun demikian, tidak satu pun unsur pembentuk alam ini yang mampu berfungsi sebagai Sang Pengatur itu. Oleh karena itu sang pengatur haruslah Dia Yang Maha Tahu dan Mahakuasa atas alam semesta. Al Quran menggambarkan Sang Penguasa sebagai berikut:

“Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepadanya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.”
(QS. Al-Hasyr, 59:24)

Sumber. Harun Yahya

Read More......