GEORGETOWN -- Bukti ilmiah bahwa kedelai bermanfaat bagi pencegahan penyakit kanker terus berkembang. Kedelai yang selama ini sudah terbukti memiliki kandungan protein tinggi diyakini juga memiliki potensi untuk mencegah pertumbuhan kanker payudara. Apalagi, jika dikonsumsi sejak masa puber.
Para peneliti dari Georgetown Medical Center dalam laporan riset yang dimuat British Journal of Cancer melaporkan bahwa para perempuan yang memasuki masa puber sebaiknya rajin mengonsumsi makanan terbuat dari kedelai jika ingin terhindar dari risiko kanker payudara. Dalam kedelai, menurut peneliti terkandung sejenis zat kimia penting bernama genistein yang diklaim efektif melawan kanker. Namun demikian, tantangan besar masih dihadapi para peneliti dalam pemanfaatan zat genistein dalam kedelai.
''Persoalan penentuan waktu penting dalam penggunaan makanan bioaktif ini dan jika kami bisa mengungkapkan mengapa zat ini dapat melindungi, maka kami dapat menyediakan pencegahan kanker payudara,'' ujar pakar onkologi dari Lombardi Comprehensive Cancer Center di Georgetown, Leena Hilaviki-Clarke. ''Para peneliti harus memastikan kedelai tersebut dapat digunakan dengan tepat untuk menyediakan perlindungan bagi para remaja perempuan dari penyakit kanker,'' lanjutnya.
Namun demikian, kata Leena, saat ini belum ada penjelasan yang meyakinkan tentang mengapa efek penurunan risiko kanker ini lebih kuat selama masa kanak-kanak dan awal pubertas. Bukti terkuat justru terungkap lewat berbagai riset pada tikus. Dari riset binatang ini, lanjut dia, data mengenai paparan genistein pada masa prapubertas sangat konsisten dalam menunjukkan penurunan risiko kanker.
Paparan genistein dalam perkembangan janin ataupun pada masa dewasa justru tidak menunjukkan dampak proteksi yang sama. ''Pengujian lebih jauh pada tikus menunjukkan bahwa penggunaan genistein pada masa pubertas dapat menekan struktur yang menyebabkan pertumbuhan jaringan epitel mamari. Di sini sel-selnya melapisi saluran susu dan di dalam sel-sel epitelial inilah kanker payudara berkembang,'' jelasnya.
Sejauh ini, baru ada tiga riset yang meneliti manfaat kedelai pada masa pubertas serta pengaruhnya pada perkembangan kanker payudara tahap lanjut. Dua di antara penelitian ini difokuskan pada wanita Asia yang mengonsumsi kedelai dalam menu kesehariannya. Riset-riset tersebut mengindikasikan bahwa kedelai menawarkan efek perlindungan yang sangat kuat. Yakni, sekitar 50 persen penurunan risiko kanker payudara, ketika dikonsumsi selama masa kanak-kanak hingga masa puber. eye
Kedelai Berpotensi Cegah Kanker Payudara
Lengkuas Pengganti Formalin

Oleh: Thiyok
Lengkuas yang selama ini kta kenal sebagai bumbu penyedap makanan, ternyata mempunyai manfaat yang lebih dari itu. Ternyata lengkuas dapat digunakan sebagai bahan ramuan tradisional dan penyembuh berbagai penyakit, khususnya penyakit yang disebabkan jamur kulit. Selain itu, lengkuas ternyata juga punya peran dalam memperpanjang umur simpan atau mengawetkan makanan karena aktivitas mikroba pembusuk. Dengan kata lain lengkuas dapat dijadikan bahan pengawet makanan pengganti formalin. Seperti yang kita tahu, formalin adalah bahan kimia yang seharusnya tidak digunakan dalam mengawetkan makanan.
Kita mengenal ada dua jenis tumbuhan lengkuas, yaitu varietas dengan rimpang umbi (akar) berwarna putih dan varietas berimpang umbi merah yang ukurannya lebih besar. Lengkuas berimpang umbi putih umumnya digunakan sebagai penyedap masakan, sedangkan lengkuas berimpang umbi merah banyak digunakan sebagai obat. Rimpang umbi lengkuas selain berserat kasar juga mempunyai aroma yang khas.
Senyawa kimia yang terdapat pada lengkuas antara lain mengandung minyak atsiri, minyak terbang, eugenol, seskuiterpen, pinen, metil sinamat, kaemferida, galangan, galangol, dan kristal kuning. Minyak atsiri yang dikandungnya antara lain galangol, galangin, alpinen, kamfer, dan methyl-cinnamate. Beberapa kegunaan lengkuas sebagai tanaman obat mulai dari mengobati rematik, sakit limpa, membangkitkan nafsu makan, bronkhitis, morbili, panu, antibakteria, membersihkan darah, menambah nafsu makan, mempermudah pengeluaran angin dari dalam tubuh, mencairkan dahak, mengharumkan serta merangsang otot bahkan dapat membangkitkan gairah seks.
Di samping itu, lengkuas merah bila dimasak dengan cuka encer, dapat dijadikan minuman untuk wanita yang baru melahirkan karena dapat mempercepat pembersihan rahim. Bila dicampur dengan bawang putih yang telah dilumatkan dengan perbandingan 4 – 5 : 1 dan dimasak dengan sedikit cuka, lengkuas bisa menjadi obat kurap dengan cara dioleskan pada kulit yang terserang kurap. Bahkan bila diremas-remas dengan cuka dan dioleskan seperti lulur, lengkuas mampu menyingkirkan bercak-bercak kulit dan tahi lalat.
Antimikroba
Peran lengkuas sebagai pengawet makanan tidak terlepas dari kemampuan lengkuas yang memiliki aktivitas antimikroba. Antimikroba adalah senyawa biologis atau kimia yang dapat mengganggu pertumbuhan dan aktivitas mikroba, khususnya mikroba perusak dan pembusuk makanan. Zat antimikroba dapat bersifat bakterisidal (membunuh bakteri), bakteristatik (menghambat pertumbuhan bakteri), fungisidal (membunuh kapang), fungistatik (menghambat pertumbuhan kapang), ataupun germisidal (menghambat germinasi spora bakteri).
Hasil-hasil penelitian menunjukkan bahwa sebagian besar komponen di dalam rempah-rempah bersifat sebagai antimikroba, sehingga dapat mengawetkan makanan. Komponen rempah-rempah yang mempunyai aktivitas antimikroba terutama adalah bagian minyak atsiri.
Sebuah penelitian yang dilakukan oleh tim peneliti di Jurusan Teknologi Pangan dan Gizi, IPB yang dimotori oleh Winiati Pudji Rahayu misalnya telah membuktikan bahwa lengkuas merah yang muda memiliki aktivitas antimikroba yang tinggi, yaitu dengan daya hambat rata-rata 38,3 persen. Lengkuas ini mampu menghambat pertumbuhan mikroba patogen dan perusak pada pangan khususnya terhadap Bacillus cereus. Penelitian yang dilakukan terhadap ikan kembung terbukti dapat memperpanjang masa simpan ikan kembung pada suhu 40 oC dari 5 hari menjadi 7 hari dengan menggunakan bubuk lengkuas 2,5 persen yang dikombinasikan dengan garam 5 persen.
Penelitian ini telah berhasil menemukan sebuah pengawet alami untuk membuat makanan tetap segar dan tahan lama. Pemanfaatan lengkuas diharapkan mampu memperpanjang masa simpan bahan pangan dan minuman tanpa mengurangi kualitas dan lebih penting tidak berdampak buruk bagi kesehatan. Pengawet alami ini jelas lebih murah dan mudah didapat di sekitar kita.
Hal ini membuktikan bahwa Allah telah menyediakan solusi yang murah dan aman untuk kesehatan. Formalin adalah masa lalu yang harus segera kita tinggalkan jauh-jauh sebagai pengawet makanan. Masih banyak cara yang aman dan alami untuk mengelola bahan makanan dan minuman supaya awet dan tahan lama tanpa mengensampingkan aspek keamanan bagi kesehatan manusia. Inilah bukti kekuasaan Allah yang telah menciptakan segala sesuatu yang ada di dunia ini tanpa kesia-siaan.
Lumba-Lumba, Mamalia Inspiratif

Kalian percaya ga dengan judul di atas? :o Ga percaya, aku punya buktinya lho! Lumba-lumba itu memang binatang yang cerdas dan inspiratif. Kalian pernah berenang ka? Tentunya kalian pasti pake pakaian renang donk. Iya ga? Tahu ga kalo pakaian renang itu dirancang berdasarkan kulit lumba-lumba yang mampu memperkecil gesekan dengan air, sehingga kamu dapat berenang dengan sedikit hambatan. Makanya kamu bisa berenang dengan lebih leluasa dan lebih enjoy. :t Bukan hanya itu saja lho! Lumba-lumba juga memiliki sebuah sistem yang digunakan untuk berkomunikasi dan menerima rangsang yang dinamakan sistem sonar, sistem ini dapat menghindari benda-benda yang ada di depan lumba-lumba, sehingga terhindar dari benturan. :tNha, teknologi inilah yang kemudian diterapkan dalam pembuatan radar kapal selam. Wah ternyata lumba-lumba itu memang binatang yang keren abis ya! Tul ga? Ya iya lah.
Selain itu, Lumba-Lumba juga termasuk binatang yang cerdas lho! :t Lumba-Lumba bisa membuat gelombang suara yang fungsinya berbeda-beda, tergantung kebutuhan. Misalnya, gelombang suara untuk memanggil anaknya dan gelombang suara untuk memberitahu keadaan bahaya juga berbeda. Wah keren bangat kan. Dan setiap Lumba-Lumba yang satu dangan yang lain pun, mempunyai frekuensi yang berbeda pula. Jadi si anak dapat membedakan, antara panggilan ibunya dan panggilan temennya. Keren banget yah! :z
Tapi sayangnya sekarang Lumba-Lumba sudah mulai langka.:c Hal ini disebabkan sering terjadinya pembuangan bahan-bahan kimia ke laut yang dapat meracuni Lumba-Lumba. Dan juga penangkapan liar oleh para nelayan yang tidak habis-habisnya. Kasihan banget ya! :c Maka dari itu, saya menghimbau bagi seluruh manusia yang ada di dunia ini, mari kita jaga bersama-sama agar binatang yang cerdas dan berjasa bagi perkembangan teknologi ini agar tidak punah.
:f Yah itulah sedikit pengetahuan yang saya ketahui tentang Lumba-Lumba. Ternyata Allah itu memang Maha Adil. Dia menciptakan Lumba-Lumba yang tidak dapat berpikir itu, lengkap dengan sistem pertahanan yang hebat. Bahkan ada seorang ilmuwan yang mengatakan bahwa sistem pertahanan yang diterapkan oleh kawanan Lumba-Lumba lebih hebat dari sebuah jaringan rumit yang diciptakan oleh manusia, World Wide Web. :x Subhanallah, segala puji bagi Allah yang telah menciptakan makhluk dengan sempurna. :D
Mangga Kaya Antioksidan Betakaroten
Eh tau ga ternyata mangga (kerennya: Magnifera indica)ternyata byk sekali manfaatnya lho. :) Mangga itu kan tergolong kelompok buah “batu” berdaging dengan bentuk, ukuran, warna, dan citarasa (aroma-rasa-tekstur) beraneka. Bentuk mangga ada yang bulat penuh, seperti mangga gedong, dan bulat panjang, seperti mangga harumanis dan mangga manalagi, Mangga kopek berbentuk bulat pipih, sedang mangga golek lonjong. :t
Kendati bentuk, ukuran, warna, dan citarasa buah mangga beragam. Dari segi gizi semuanya hampir tidak jauh berbeda. Mangga ranum segar mengandung air sekitar 82 persen, vitamin C 41 mg, dan energi/kalori 73 Kal per 100 gram. Pada setiap 100 gram mangga muda, mangga yang masih mentah—terkandung air lebih kurang 84 persen, vitamin C 65 mg, dan energi 66 Kal. Energi dalam mangga muda rendah karena lebih banyak mengandung zat pati, yang akan berubah menjadi gula dalam proses pematangan.
Sebagian besar energi mangga berasal dari karbohidrat berupa gula, yang membuatnya terasa manis. Kandungan gula ini didominasi oleh gula golongan sukrosa. Kandungan gula dalam mangga berkisar 7-12 persen. Namun, jenis mangga manis dapat mencapai 16-18 persen. :D
Antioksidan
Mangga pun merupakan sumber beta-karoten , kalium, dan vitamin C. Beta-karoten adalah zat yang di dalam tubuh akan diubah menjadi vitamin A (zat gizi yang penting untuk fungsi retina). Beta-karoten (dan vitaminC) juga tergolong antioksidan, senyawa yang dapat memberikan perlindungan terhadap kanker karena dapat menetralkan radikal bebas. Radikal bebas adalah molekul-molekul tak stabil yang dihasilkan oleh berbagai proses kimia normal tubuh, radiasi matahari atau kosmis, asap rokok, dan pengaruh-pengaruh lingkungan lainnya.
Di dalam tubuh, mayoritas radikal bebas berasal dari proses kimia kompleks saat oksigen digunakan di dalam sel. Radikal-radikal bebas yang secara kimia tidak lengkap tersebut dapat “mencuri” partikel dari molekul-molekul yang lain.
Ia kemudian menghasilkan senyawa-senyawa abnormal dan membuat reaksi berantai yang dapat merusak sel, dengan menyebabkan perubahan mendasar pada materi genetis dan bagian-bagian penting sel lainnya. Sederhananya, cara radikal bebas merusak sel-sel tubuh, sama dengan proses oksigen menyebabkan kertas berubah menjadi kuning atau mentega menjadi tengik. Zat-zat gizi antioksidan, seperti beta-karoten dan vitamin C, membuat radikal bebas tak berbahaya dengan menetralkannya.
Zat-zat gizi antioksidan itu terkandung melimpah pada buah mangga. Kandungan beta-karoten dan vitamin C (beserta kalium, aktivitas vitamin A, karbohidrat, energi dan air) dari beberapa macam mangga tiap 100 gram dapat dilihat pada beberapa perpustakaan.
Vitamin C
Di samping berfungsi sebagai antioksidan, vitamin C memiliki fungsi menjaga dan memacu kesehatan pembuluh-pembuluh kapiler, kesehatan gigi dan gusi. Ia membantu penyerapan zat besi dan dapat menghambat produksi natrosamin , satu zat pemicu kanker. Vitamin C mampu pula membuat jaringan penghubung tetap normal dan membantu penyembuhan luka.
Kandungan vitamin C mangga cukup layak diperhitungkan. Setiap 100 gram bagian mangga masak yang dapat dimakan memasok vitamin C sebanyak 41 mg, mangga muda bahkan hingga 65 mg. Berarti, dengan mengkonsumsi mangga ranum 150 gram atau mangga golek 200 gram (1/2 buah ukuran kecil), kecukupan vitamin C yang dianjurkan untuk laki-laki dan perempuan dewasa per hari (masing-masing 60 mg) dapat terpenuhi.
Kalium dan stroke
Kalium mempunyai fungsi meningkatkan keteraturan denyut jantung, mengaktifkan kotraksi otot, dan membantu tekanan darah. Konsumsi kalium yang memadai dapat mengurangi efek natrium dalam meningkatkan tekanan darah, dan secara bebas memberikan kontribusi terhadap penurunan risiko karena stroke.
Satu penelitian menunjukkan bahwa bila seseorang menambahkan sepotong buah tinggi kalium ke dalam pola makanan sehari-hari, risiko terkena stroke fatal dapat dikurangi sebesar 40 persen. Konsumsi ekstra kalium sebanyak 400 mg setiap hari dapat mengurangi kemungkinan mendapat penyakit jantung dan pembuluh darah.
Kalium terdapat melimpah pada mangga. Tiap 100 gram mangga terkandung kalium sebesar 189 mg. Dengan mengkonsumsi sebuah mangga harumanis ukuran sangat kecil (minimal 250 gram), atau sebuah mangga gedong ukuran sedang (200-250 g), kecukupan kalium sebanyak 400 mg per hari dapat terpenuhi.
Anda yang ingin membeli mangga bisa memilih mangga yang baik dengan warna hijau kekuning-kuningan, kulit licin, dan aroma yang manis. Hindarilah memilih buah yang terlalu keras atau terlampau lembek, memar, atau berbau fermentasi. (Nurfi Afriansyah, peneliti pada Pusat Litbang Gizi Depkes RI)
Sumber : Kompas, Rabu, 19 Desember 2001
Sepuluh Manfaat Teh
Ada banyak alasan untuk menikmati secangkir teh. Entah itu di pagi hari, sore hari, atau kapan pun. Selain terasa nikmat, teh ternyata memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. :L
1. Teh mengandung antioksidan.
Antioksidan yang dimiliki teh memberikan perlindungan bagi tubuh Anda dari penuaan :z ataupun efek dari polusi :z.
2. Teh mempunyai kafein yang lebih rendah dari kopi.
Kopi biasanya mempunyai kafein 2 hingga 3 kali lipat lebih banyak dari teh. Secangkir kopi mengandung sekitar 135 mg kafein, sedangkan kafein di teh dengan ukuran yang sama, hanya terdapat kafein sebanyak 30-40 mg saja.
3. Mengurangi risiko terkena serangan jantung dan stroke.
Gumpalan dalam darah yang berasal dari kolesterol menyebabkan serangan jantung dan stroke. Teh dapat membantu melancarkan aliran darah dan membersihkannya. Sebuah penelitian di Belanda menemukan bahwa orang yang minum teh setidaknya 2 kali sehari 70% lebih kecil kemungkinannya untuk mengalami serangan jantung.
4. Teh melindungi tulang.
Tidak hanya susu yang ditambahkan pada teh yang dapat memperkuat tulang Anda. Ada penelitian yang menemukan bahwa orang yang telah meminum teh lebih dari 10 tahun memiliki tulang yang kuat. Ini mungkin disebabkan oleh phytochemical yang terkandung di dalam teh.
5. Teh memberikan senyum yang indah.
Bukan teh yang menyebabkan kerusakan gigi, namun gula yang dicampurkan di dalamnya yang mempunyai efek buruk pada gigi. Teh sendiri mengandung flouride yang menjauhkan plak dari gigi. Jadi, tambahkanlah teh tawar pada rutinitas Anda dalam menjaga gigi dan gusi.
6. Teh meningkatkan pertahanan tubuh Anda.
Meminum teh dapat membantu ketahanan tubuh Anda agar terhindar dari infeksi.
7. Teh melindungi tubuh dari kanker.
Teh mengandung polyphenol, antioksidan yang ditemukan dalam teh, yang dapat melindungi tubuh dari kanker.
8. Teh dapat menjaga tubuh tidak kekurangan cairan.
Selama ini minuman yang mengandung kafein dianggap tak dapat dikategorikan dalam minuman yang memberi kontribusi cairan bagi tubuh. Namun para peneliti ternyata menemukan bahwa minuman berkafein dapat memberikan kontribusi cairan yang sama dengan minuman lain.
9. Teh bebas kalori.
Teh tidak mengandung kalori, kecuali jika ditambahkan pemanis atau susu. Mengkonsumsi 250 kalori lebih rendah per harinya akan dapat menurunkan berat badan sebanyak kurang lebih 1/2 kg per minggunya.
10. Teh meningkatkan metabolisme tubuh.
Teh, terutama teh hijau, dapat meningkatkan metabolisme tubuh Anda. Anda dapat membakar sekitar 70-80 kalori tambahan hanya dengan meminum 5 cangkir teh hijau setiap harinya.
Jadi, bila ingin minuman yang menyegarkan sekaligus menyehatkan, gantilah kebiasaan minum kopi Anda dengan minum teh. :0
(idionline/Dtkhealth)
KB Alami Murah dan Tidak Repot
E temen2, aku pny info bagus lho! :x Info ini ku dapat saat aku sedang kuliah. Waktu itu, dosennya baru ngejelasin pengaruh hormon prolaktin pada pertumbuhan berudu katak menjadi katak dewasa. Trus nyambung ke pengalaman dosen yang pernah ngadain penelitian ttg hormon prolaktin jg, bukan pada katak, tapi pada manusia. Dan pengaruhnya terhadap KB alami. Wah kok masalah KB? Yang penting kan ilmunya, walaupun kita –terutama saya- belum siap untuk itu, tapi kan yg penting dah tau ilmunya. :D
Ceritanya gini, pertama kali dipilih ibu2 yang pny sifat ibu alami :$ “Mother Nature” :$ dengan ciri2:
- Menyusui anaknya, maksudnya si ibu benar2 menyusui anaknya sendiri, tidak seperti yg dilakukan oleh kebanyakan ibu jaman skrg, yang membeikan susu formula ato nyewa orang untuk menyusui anaknya, karena tidak sempat menyusui anaknya.
- Tidak dengan batas waktu, bila si anak menangis, si ibu langsung menyusui anaknya tanpa pikir panjang lagi. Bukannya tadi baru saja disusui, kok nangis lagi, nanti aja dua jam lagi. Bukn begitu ya!
- Tidak memberi makanan tambahan ≤ 4 bln, si bayi tidak diberi makanan tambahan oleh ibunya sebelum si bayi berumur 4 bln ato lebih. Hanya diberi ASI aja.
- Tidur dengan anaknya, untuk lebih mendekatkan perasaan emosional si ibu dengan si anak.
Trus kalo dah gitu, hubungannya dg KB alami yang mana donk? Kok ga nyambung. Sabar ya! .................... Yup, kita mulai skrg. :z
Di dalam tubuh si ibu kan ada hormon prolaktin yang berfungsi untuk memproduksi air susu. Iya nggak? Mengapa pada waktu si ibu masih dalam masa menyusui, si ibu itu tidak mengalami haid? Kok malah tanya, meneketehe.... Jadi gini, hormon kelamin wanita itu kan ada dua; LH (Luteinezing Hormon) & FSH (folikel Stimulating Hormon), yang keduanya berperan saat menstruasi terjadi. Pada saat si ibu dalam masa munyusui, maka kelenjar hipofise merespon bahwa harus diproduksi lebih byk prolaktin, maka LH & FSH tidak dibuat, ya jadi tidak haid, githuu! Kalo si ibu belum haid lagi, berarti belum subur, dan akhirnya belum bisa hamil lagi.
Nah dah jelas belum? Intinya, jika si ibu ingin mencoba tips KB alami ini, maka si ibu harus rajin-rajin menyusui anaknya, dimanapun dan kapanpun waktunya, tanpa pembatasan waktu. Artinya cairan susu yang ada di kelenjar susu ibu, harus sering-sering kosong, agar prolaktin terus dibuat oleh kelenjar hipofise. Caranya? Ya itu tadi, si ibu harus rajin-rajin menyusui anaknya bila si anak butuh susu. Kalo anda wanita karier, maka untuk memenuhi itu –maaf- ya harus diperas sendiri, untuk menjaga agar kelenjar susu tetap dalam keadaan kosong. Skrg kan dah ada alat untuk nyedot cairan susu. Trus masukin freezer dan nanti setelah pulang diberikan ke anaknya.
Dan kerennya, ternyata di dalam Al-Qur’an pun sudah dijelaskan cara KB alami ini. Ada di QS. Al-Baqarah: 233 yang bunyinya “Para ibu hendaklah menyusukan anaknya selama dua tahun penuh yaitu bagi yang ingin menyempurnakan penyusuan”. Apabila si ibu mau menerapkan tips di atas tadi, maka si ibu tidak akan mengalami haid selama ± 2 th, bahkan ada yang sampai 48 bln. Dan inilah KB alami yang murah, dan tidak repot. Ternyata Al-Qur’an emang keren kan! Emang ga salah pilih Al-Qur’an sebagai pedoman.
Yah itu tadi lah, sedikit pengetahuan yang saya tahu. Mungkin jika ada dari temen2 yang lebih bisa menjelaskannya dg lebih detail lagi, tolong bantu saya. Karena saya hanya manusia biasa yang byk salah dan kurangnya. :L
Elang dan Spesiesnya
Elang dikenal sebagai burung pemangsa berukuran besar, memiliki kemampuan terbang yang kuat, sayap yang lebar, paruh yang besar dan tajam, serta kuku yang kuat. Elang juga memiliki penglihatan tajam untuk melihat mangsa dari jarak yang jauh. Dengan kemampuan seperti ini, elang menempatkan dirinya berada di puncak rantai makanan pada ekosistem dimana dia berada.
Kebanyakan elang merupakan penghuni dunia lama. Seluruh jenis elang termasuk ke dalam ordo Falconiformes (atau Accitriformes, menurut skema klasifikasi alternatif). Hampir seluruh Falconiformes pemakan daging (karnivora). Elang memiliki rentang umur yang panjang, dan laju reproduksi yang rendah. Seluruh elang berpasangan secara monogami.
Struktur rangka dan otot elang yang unik membuat burung ini memiliki kemampuan terbang jarak jauh, elang Steppe mampu menempuh jarak sejauh 4000 mil dari kawasan Asia tengah hingga ke kawasan Afrika. Tulang pada burung elang (dan burung-burung besar seperti albatros atau vulture) memiliki sifat pneumatic (rangka memiliki rongga yang dipenuhi oleh udara). Selain sifat tulang, kemampuan terbang jarak jauh juga ditunjang oleh modifikasi otot dan sayap. Berat otot pada burung elang terletak pada pusat gravitasinya, sayap berukuran besar dan lebar untuk memudahkan aliran udara menaikkan tubuhnya. Sifat tulang, berat otot, dan ukuran sayap yang unik ini membuat elang dengan bobot 7 Kg menjadi seringan bulu ketika terbang. Selain itu juga dapat membuat elang mampu terbang tanpa mengepakkan sayapnya. Kita dapat lihat ketika elang soaring di udara, sayapnya terbentang dengan lebar tanpa dikepakkan. Sayap dikepakkan biasanya untuk menambah kecepatan terbang, terutama ketika berburu mangsa.
Beberapa jenis yang terkenal:
1. Tawny Eagle (Aquila rapax)
Morfologi
Memiliki panjang tubuh 62-72 cm, dan rentang sayap 165-185 cm. Kepala dan tubuh bagian bawah berwarna coklat muda. Tubuh bagian atas memiliki warna bervariasi, mulai dari coklat tua hingga coklat kepucat-pucatan. Ujung sayap berwarna putih. Betinanya berukuran lebih besar daripada jantan. Paruh memiliki bercak hitam pada ujungnya.
Biologi
Elang Tawny termasuk kedalam famili Accipitridae.
Burung ini berkembang biak sebagian besar di Afrika, sebelah utara dan selatan gurun Sahara, dan sepanjang barat daya tropis Asia hingga India. Elang Tawny lebih menyukai habitat terbuka seperti gurun, semi-gurun, stepa, atau savana, dari ketinggan 0 m dpl hingga ketinggan 2400 m dpl.
Burung ini bersarang antara bulan Maret dan Juli pada batang pohon yang besar, biasanya dari keluarga Akasia, atau pada permukaan tanah. Telur yang dihasilkan berjumlah 1-3 telur, dengan masa inkubasi 39-44 hari.
Perilaku
Elang Tawny memakan bangkai dari sisa makanan hyena atau burung kondor, mencuri makanan pemangsa lain, memangsa mamalia dari ukuran sebesar kelinci hingga tikus, serta memangsa reptil seperti ular.
Elang Tawny mengeluarkan suara “kyow” melengking seperti gagak. tetapi secara umum burung ini termasuk pendiam, kecuali ketika display.
Sumber:
http://www.nature-wildlife.com/teag.html
http://en.wikipedia.org/wiki/Tawny_Eagle
foto: http://www.kenyabirds.org.uk/teagle.htm
2. Elang Filipina (Pithecophaga jefferyi)
Morfologi
Kepala burung ini memiliki bulu yang panjang sehingga menyerupai kepala singa. Tubuh bagian atas berwarna coklat, dan tubuh bagian bawah berwarna putih. Betina berukuran rata-rata panjang 1 m, berat 7 kg, dan panjang sayap mencapai 2 m. Paruh berwarna hitam.
Biologi
Elang filipina merupakan salah satu burung raptor hutan terbesar dan terkuat di dunia. Tetapi elang ini juga merupakan elang terlangka di dunia. Elang ini endemik di Filipina, khususnya di pulau Luzon, Samar, Leyte, dan Mindanao. Habitatnya pada hutan tropis dari ketinggian 750 m hingga 1590 m.
Elang Filipina digolongkan ke dalam famili Accipitridae.
Elang Filipina memiliki pasangan monogami seumur hidup. Sarang biasanya di pohon-pohon dipterokarp yang emergen, letak sarangnya antara 27 m hingga 50 m dari atas tanah. Dimensi sarangnya antara 1,2 x 1,2 m hingga 1,2 x 1,7 m.
Betina menghasilkan 1 telur setiap berbiak, dengan masa inkubasi 58-68 hari. Burung dewasa akan menjaga telur dan anaknya selama 20 bulan, sehingga masa berbiak hanya bisa dilakukan setahun sekali. Betina mencapai usia matang seksual pada umur sekitar 5 tahun, dan jantan 7 tahun.
Rentang umur elang Filipina di alam liarnya tidak diketahui. Namun dari hasil pengamatan terhadap elang Filipina yang dikandangkan, memiliki umur hingga 41 tahun. Tetapi karena keadaan di alam liar lebih tidak terkontrol dibandingkan dengan keadaan di kandang, diperkirakan umur elang ini di alam liar lebih pendek daripada elang Filipina yang dikandangkan.
Perilaku
Makanan elang ini bervariasi antara jenis dan ukuran mulai dari monyet, bajing loncat, kelelawar, hingga burung berukuran besar seperti rangkong. burung juvenil belajar berburu tanpa intervensi dari parentalnya. Elang Filipina merupakan pemangsa oportunis dengan preferensi mangsa adalah spesies-spesies yang hidup di atas pohon.
Ketika akan berbiak, perilaku display di udara mulai dilakukan. Perilaku seperti soaring berpasangan, kejar-kejaran (betina terjun diagonal di ikuti oleh jantan mengejar dari belakang), dan presentasi talon berpasangan, tercatat selama pengamatan pada sepasang elang Filipina pada awal juli 1999.
Pola perkembangan juvenil ditunjukkan pada tabel di bawah ini (Kennedy, 1985):
| Age when the head is held up | 7-10 days |
| Stood momentarily | 25-27 days |
| First wing flapping | 32 days |
| First pin feathers appear in scapulars | 37 days |
| Walking | 45 days |
| First eating by itself | 54 days |
| First time off nest | 118-151 days |
| Fledged (departed nest tree) | 130-164 days |
| Started to wander from nest area | 246-288 days |
| First observed kill | 304 days |
| Last seen in parent’s home range | 640 days |
Rentang umur elang Filipina di alam liarnya tidak diketahui. Namun dari hasil pengamatan terhadap elang Filipina yang dikandangkan, memiliki umur hingga 41 tahun. Tetapi karena keadaan di alam liar lebih tidak terkontrol dibandingkan dengan keadaan di kandang, diperkirakan umur elang ini di alam liar lebih pendek daripada elang Filipina yang dikandangkan.
Sumber:
http://www.philippineeagle.org/pe/pe1.htm
http://en.wikipedia.org/wiki/Philippine_Eagle
3. Blyth Hawk Eagle (Spizaetus alboniger)
Morfologi
Burung berukuran sedang dengan panjang tubuh 51-58 cm. Dewasa memiliki garis pita hitam pada ekor, tubuh bagian atas berwarna hitam, strip hitam putih pada dada, dan memiliki jambul di kepala.
Biologi
Elang hitam putih tergolong ke dalam famili Accipitridae.
Distribusinya tersebar di semenanjung Malaysia, Sumatra, dan Kalimantan. Habitatnya pada hutan terbuka, bukit dan hutan pegunungan hingga ketinggian 1980 m dpl.
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Blyth%27s_Hawk-eagle
4. Steppe Eagle (Aquila nipalensis)
Morfologi
Burung ini memiliki panjang tubuh 62-74 cm, dan rentang sayap 165-190 cm. Perbedaannya dengan elang Tawny adalah ukurannya yang besar dan warna bulunya yang lebih gelap. Berat tubuhnya antara 2500-4000 gram.
Biologi
Seperti elang lainnya, elang Steppe tergolong ke dalam famili Accipitridae.
Burung ini bermigrasi pada musim dingin dari Rumania timur hingga Mongolia ke India dan Afrika. Elang Steppe menyukai habitat terbuka seperti gurun, semi-gurun, stepa, atau savana.
Burung ini hampir identik dengan elang Tawny, kecuali secara morfologi.
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Steppe_Eagle
foto: http://www.mangoverde.com/birdsound/picpages/pic30-208-1.html
5. Golden Eagle (Aquila chrysaetos)
Morfologi
Elang emas memiliki panjang tubuh rata-rata 75-85 cm, rentang sayap 150-210 cm, dan berat tubuh 3-5 Kg. Secara umum betina lebih besar daripada yang jantan. Tubuhnya berwarna coklat tua, kecuali pada leher dan kaki berwarna emas, serta pada bagian tengah sayap berwarna coklat muda.
Biologi
Habitat elang emas bervariasi dari hutan pegunungan yang lembab hingga padang rumput. Burung ini terdistribusi di Eropa dan Asia.
Sarangnya berada di tebing atau di pohon-pohon yang tinggi. Ukuran sarangnya mencapai diameter 2 m dan tinggi 1 m.
Elang emas berpasangan secara monogami seumur hidup. Betina mengeluarkan telur antara bulan Januari dan Maret. Telur akan menetas setelah 45 hari. Anakan diberi makan oleh induknya sebelum mampu melakukan percobaan terbang pertama selama 50 hari.
Perilaku
Elang emas berburu secara berpasangan. Pasangan yang satu memojokkan mangsa, dan pasangan lainnya menangkap mangsa. Mangsa burung ini sebagian besar adalah mamalia berukuran sedang seperti marmut dan tikus, rubah, dan rusa muda.
Sumber:
http://en.wikipedia.org/wiki/Golden_Eagle
http://www.sdakotabirds.com/species/golden_eagle_info.htm
foto: http://upload.wikimedia.org/wikipedia/commons/b/b4/GoldenEagle3.jpg
Bio Toilet Pertama Di Indonesia
BANDUNG, SENIN - Lembaga Ilmu Pengetahuan Indonesia (LIPI) mengembangkan teknologi Bio Toilet pertama di Indonesia guna menjawab kebutuhan toilet hemat air bersih dan efektif di kawasan pemukiman padat penduduk.
“Bio Toilet ini dikembangkan akhir 2007 lalu, khusus dirancang tidak menimbulkan pencemaran sungai atau lingkungan,” kata Peneliti Bidang Energi LIPI, Muhammad Effendi, di Bandung, Senin (10/3).
Ia mengatakan, bio toilet itu didesain khusus tidak menimbulkan pencemaran karena kotorannya ditampung ke dalam dry box yang terbuat dari baja dan lapisan stainless steel yang cukup tebal. Dry box itu, lanjut dia, diisi juga dengan serbuk gerjagi yang berfungsi untuk menyerap cairan dan bau yang dihasilkan dari kotoran.
“Hasil pembuangan itu masuk langsung ke dalam kotak penampungan setelah terlebih dahulu diaduk dengan serbuk gergaji dengan menggunakan mixer dengan motor penggerak yang hemat energi,” katanya.
Berbeda dengan toilet ¢konvensional¢ yang tempat westafel-nya rata dengan tanah dan pakai septic tank, bio toilet dibuat lebih tinggi sekitar satu meter sehingga penggunanya harus menaiki beberapa anak tangga. Pada bagian westafel-nya tidak ada air sama sekali, kotoran langsung masuk ke dry box dan tidak menimbulkan bau karena diurai dengan serbuk gergaji.
“Daya tampung dry box mencapai 500 liter dan bisa dipergunakan untuk 50 orang per hari, penggunaan airnya tidak menggunakan spray,” kata M Effendi. Sebuah dry box bisa dipergunakan hingga empat bulan. Sedangkan kotoran di dalamnya dikeringkan dan bisa digunakan sebagai pupuk. Biaya pembuatan satu unit bio toilet itu menghabiskan dana sebesar Rp25 juta. Produk pertama bio toilet itu telah dipasang di kawasan pemukiman Kelurahan Sukapura Kecamatan Kiaracondong Kota Bandung. “Bio toilet itu merupakan yang pertama di Indonesia, sedangkan negara pertama yang mengembangkannya adalah Jepang,” kata Muhammad Effendi menambahkan.
Venus dan Sundew: Ahli Penangkap Serangga
Dunia yang kita huni dipenuhi oleh kehidupan yang dilengkapi dengan sistem yang sempurna dan mengagumkan. Beragam makhluk hidup yang menakjubkan, dari burung hingga tumbuhan, dan dari ikan hingga serangga, yang kesemuanya tidak memiliki kecerdasan ataupun akal - dan terkadang bahkan tidak memiliki otak - senantiasa membuat kita kagum dengan perilaku cerdas dan sempurna yang mereka perlihatkan. Kebanyakan perilaku ini menjadikan manusia berdecak kagum dan terheran-heran. Manusia, dengan segala ilmu dan pengetahuannya bahkan tidak mampu memahami sebagian perilaku ini, apalagi menirunya. Di bawah ini, kita akan menyaksikan dua diantara beragam tumbuhan yang memiliki desain dan keahlian yang jauh melebihi apa yang dimiliki manusia.
Venus, Menggenggam Lebih Cepat dari Jari Jemari Manusia
Selain binatang pemangsa yang sering kita saksikan, ternyata terdapat pula sejumlah tumbuhan yang juga "berburu" dengan kemampuan menangkap mangsa yang sungguh mengagumkan. Salah satunya adalah tumbuhan pemangsa serangga yang bernama Venus. Tumbuhan ini memiliki sistem perangkap untuk menjebak, menangkap dan memakan serangga yang hinggap padanya.
Tumbuhan ini menarik perhatian serangga dengan warna merah daunnya yang menawan. Kendatipun ciri mengagumkan ini ada padanya, ia sendiri sama sekali tak menyadari akan hal ini. Serangga tergoda oleh aroma sedap yang dihasilkan kelenjar-kelenjar di sekeliling dedaunan tumbuhan Venus. Ia lantas terbang mendekat dan kemudian hinggap di atas tumbuhan tanpa rasa curiga sedikitpun akan bahaya yang mengintainya. Di saat bergerak ke sumber "makanan", ia menyentuh rambut-rambut yang seolah tampak tidak berbahaya pada permukaan tumbuhan tersebut.
Ketika merasakan sentuhan serangga yang menghampirinya, tumbuhan ini dengan segera bergerak melipat dan menutup rapat daun-daunnya. Gerakan ini membuat serangga terperangkap dan terjepit di antara daun-daun tersebut. Daun-daun ini mengapit semakin lama semakin erat akibat kepakan sayap serangga yang menyentuh rambut secara berulang-ulang. Tumbuhan ini kemudian mengeluarkan cairan "penghancur dan pelarut daging" pada tubuh serangga. Dalam waktu singkat, ia melumatkan mangsanya hingga menjadi seperti bubur dan kemudian memakan hidangan yang lezat ini.
Tumbuhan Venus memiliki kemampuan menutup daun-daunnya dengan kecepatan yang sangat tinggi. Lebih cepat dibandingkan dengan gerakan tercepat menutupnya jari-jemari tangan manusia. Buktinya, seringkali manusia tak mampu menangkap seekor lalat yang hinggap pada telapak tangannya, tapi tumbuhan Venus melakukannya dengan mudah. Yang menarik untuk diketahui adalah bagaimana tumbuhan yang tidak memiliki otot atau kerangka ini mampu melakukan gerakan yang sangat cepat tersebut?
Terdapat sistem elektrik yang sangat rumit pada tumbuhan Venus. Rangsangan yang diakibatkan oleh sentuhan tubuh serangga pada rambut-rambut Venus diteruskan ke reseptor (sistem penerima rangsangan) di bawah rambut-rambut tumbuhan tersebut. Reseptor lalu meneruskan rangsangan ini dalam bentuk signal-signal listrik ke sel-sel motorik yang menyebabkan daun-daun Venus melakukan gerakan cepat dan mendadak. Terakhir, mekanisme tersebut diaktifkan terus-menerus untuk menahan serangga agar tidak lepas.
Apa yang terjadi di tingkat sel motorik? Segera setelah sel-sel motorik ini menerima rangsangan listrik, mereka merubah konsentrasi air dalam tubuh mereka. Sel-sel di bagian dalam alat perangkap mengeluarkan air dari tubuhnya dan kemudian menyusut. Fenomena ini mirip balon yang mengempis dan mengeluarkan udara. Sebaliknya, sel-sel di bagian luar alat perangkap menyerap kelebihan air dan mengembang. Proses ini terjadi secara cepat sehingga tumbuhan tersebut menutup daun-daunnya dengan kecepatan sangat tinggi.
Di samping itu, kelenjar pencernaan pada alat perangkap juga turut diaktifkan. Akibat rangsangan, kelenjar ini mulai mengeluarkan cairan untuk melumatkan dan melarutkan tubuh serangga secara perlahan-lahan. Meskipun sangat ampuh untuk melarutkan protein, cairan kimia ini tidak membahayakan daun-daun tumbuhan Venus itu sendiri. Dengan cara ini, tumbuhan Venus menyantap bubur mangsanya yang telah berubah menjadi semangkok sup kaya protein.
Seusai menyantap makanan, mekanisme yang sebelumnya menggerakkan alat perangkap Venus supaya menutup, kini bekerja sebaliknya untuk membukanya. Untuk mengaktifkan perangkap, rambut-rambut Venus harus disentuh dua kali berturut-turut. Dengan mekanisme aksi ganda ini, tumbuhan Venus tidak pernah menutup dengan sia-sia tanpa tujuan yang jelas. Misalnya, perangkap tidak akan menjadi aktif dan menutup ketika setetes air hujan jatuh mengenainya.
Di sini, yang sangat penting untuk diketahui adalah bahwa Venus, si pemburu yang ahli ini, tidak memiliki otak atau organ tubuh semisalnya, sehingga ia tidak mampu berpikir. Sungguh, Venus tidak menyadari kemampuannya yang luar biasa, yang menjadikannya mampu berburu serangga yang dapat terbang dengan cepat. Semua ini memperlihatkan adanya sistem perangkap, penangkapan dan penghancuran tubuh serangga dengan ketepatan yang sangat akurat, teknik dan desain sempurna pada bagian-bagiannya yang terkecil sekalipun.
Tak perlu dipertanyakan lagi, asal-usul desain semacam ini tak mungkin dijelaskan sebagai sesuatu yang terjadi dengan sendirinya, secara kebetulan atau sekedar fenomena alam biasa. Jelas bahwa Pencipta Maha Agung yang mengatur seluruh alam inilah yang memberi tumbuhan Venus kemampuan luar biasa. Inilah ciptaan Allah yang tiada bandingnya. Dalam sebuah ayat Alqur'an, dinyatakan:
Dan berapa banyak binatang yang tidak dapat membawa rizkinya sendiri. Allah-lah yang memberi rezki kepadanya dan kepadamu dan Dia Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (QS. Al-Ankabuut, 29:60)
Sundew, Memiliki Lem Paling Kuat di Dunia
Tumbuhan sundew asal Afrika Selatan tumbuh di tanah yang tandus. Sundew bahkan dapat hidup di areal semi-gurun pasir. Ia diciptakan dengan kemampuan berburu yang sangat menarik, yang memungkinkan tumbuhan ini mendapatkan sari makanan yang tidak mungkin didapatnya dari tanah dengan cara lain. Daun-daun tumbuhan Sundew berbentuk seperti batang pipih yang memanjang dan dipenuhi rambut merah panjang. Ujung rambut-rambutnya dilapisi oleh cairan yang sangat kental dengan bau khas yang menarik perhatian serangga.
Seekor serangga yang pergi menuju sumber bau tersebut dan kemudian hinggap pada tumbuhan Sundew, akan menempel lengket pada rambutnya dan berusaha melepaskan diri dari salah satu perekat paling kuat di dunia ini. Di saat serangga berjuang untuk melepaskan diri, daun panjang Sundew bergerak melipat ke bawah untuk menggenggam serangga lebih erat. Segera setelah tumbuhan menjepit mangsanya, ia mencerna serangga perlahan-lahan dan memperoleh protein esensial bagi tubuhnya. Setelah mencerna seluruh bagian serangga yang dapat dimakan, tumbuhan sundew membuka dan memasang perangkapnya lagi. Sungguh menarik bahwa perekat kuat tersebut mampu menahan serangga agar tidak lepas. Dan pada saat yang sama, perekat ini sama sekali tidak menjadikan rambut-rambut tersebut saling menempel sedemikian erat hingga menghambat gerakan tumbuhan Sundew.
Tumbuhan yang tak dapat bergerak dari tempatnya, tapi dilengkapi dengan kemampuan memperoleh makanan yang mengagumkan ini adalah bukti nyata adanya penciptaan secara khusus dan sengaja. Sistem yang merupakan cerminan dari Ilmu Allah Yang Maha Luas tersebut tak mungkin dijelaskan melalui peristiwa kebetulan. Tak seorang pun yang berakal akan berpikir bahwa sang tumbuhan Sundew sendirilah yang menemukan sistemnya yang canggih. Oleh karena itu, keberadaan dan keluasan Ilmu sang Pencipta, Yang memberi kemampuan ini pada tumbuhan Sundew, sangatlah jelas. Semua tumbuhan mendapatkan makanan melalui sistem yang diciptakan secara khusus oleh Allah untuk mereka. Allah berfirman:
Dan tidak ada suatu binatang melata pun di bumi melainkan Allah-lah yang memberi rezkinya, dan Dia mengetahui tempat berdiam binatang itu dan tempat penyimpanannya. Semuanya tertulis dalam Kitab yang nyata. (QS. Huud, 11:6)
Sumber: Harun Yahya
Mengapa Semut Tidak Dimakan Kantung Semar?
Di dalam kantung tumbuhan “kantong-semar“ Nepenthes bicalcarata yang hidup di sebelah India Timur, hiduplah koloni semut. Tumbuhan ini bentuknya seperti teko dan memangsa serangga yang menghinggapinya. Meskipun demikian, semut bebas bergerak dan mengambil sisa-sisa serangga dan bahan makanan lainnya dari tumbuhan ini.
Kerja sama ini menguntungkan kedua belah pihak, semut dan tumbuhan. Meski semut mungkin saja dimakan Nepenthes, mereka dapat membangun sarang pada tumbuhan ini. Sang tumbuhan juga menyisakan jaringan tertentu dan sisa-sisa serangga untuk semut. Dan sebagai balasannya, semut melindungi tumbuhan dari musuhnya.
Begitulah contoh hubungan kehidupan antara tumbuhan dan semut. Bentuk anatomi dan fisiologi semut dan tumbuhan inangnya telah dirancang sedemikian rupa untuk memudahkan hubungan timbal balik antara keduanya. Meskipun para pembela teori evolusi menyatakan bahwa hubungan antarjenis makhluk hidup ini berkembang secara berangsur-angsur selama jutaan tahun, tetapi tentu saja pernyataan yang mengatakan bahwa dua makhluk yang tidak memiliki kecerdasan ini dapat sepakat merencanakan suatu sistem yang menguntungkan kedua belah pihak tidaklah masuk akal. Lalu, apa yang menyebabkan semut hidup pada tumbuhan?
Semut cenderung tinggal pada tumbuhan karena adanya cairan bernama “nektar tersisa” yang dikeluarkan tumbuhan. Cairan nektar ini merupakan daya tarik bagi semut untuk mendatangi tumbuhan. Banyak spesies tumbuhan yang terbukti mengeluarkan cairan ini pada waktu-waktu tertentu. Misalnya, pohon ceri hitam menghasilkan cairan ini hanya tiga minggu dalam setahun. Tentu pengeluaran cairan pada waktu ini bukan kebetulan karena waktu tiga minggu ini bertepatan dengan satu-satunya waktu sejenis ulat menyerang pohon ceri hitam. Semut yang tertarik pada nektar dapat membunuh ulat ini serta melindungi tumbuhan.
![]() |
| Pada gambar, kita dapat melihat tumbuhan kantong semar sebagai “perangkap serangga”. Namun, serangga-serangga tertentu lolos dari jebakan tumbuhan kantong semar. Misalnya, semut dapat hidup berdampingan dengan kantong semar. Secara ajaib, tumbuhan ini tidak mempedulikan keberadaan semut. |
Hanya dengan menggunakan akal sehat, kita dapat melihat bahwa hal ini adalah bukti hasil penciptaan. Akal sehat tidak mungkin bisa menerima bahwa pohon ini dapat memperhitungkan kapan bahaya akan menyerang lalu memutuskan bahwa cara terbaik untuk melindungi dirinya adalah dengan cara menarik perhatian semut serta mengubah struktur kimianya. Pohon ceri tidak punya otak. Oleh karena itu, ia tidak dapat berpikir, memperhitungkan, maupun mengubah campuran kimianya. Bila kita menganggap bahwa cara cerdas ini adalah sifat yang diperoleh dari suatu kebetulan, yaitu dasar berpikir evolusi, tentu ini tidaklah masuk akal. Jelas sekali bahwa pohon ini telah melakukan sesuatu yang didasarkan pada kecerdasan dan ilmu pengetahuan.
Oleh karena itu, satu-satunya kesimpulan yang dapat kita tarik adalah bahwa sifat tumbuhan ini telah terbentuk karena adanya sebuah Kehendak yang telah menciptakannya. Bila kita merujuk pada segala bentuk pengaturan yang dibuat-Nya, jelas sekali bahwa Dia tidak hanya berkuasa atas pohon, tetapi juga atas semut dan ulat. Jika penelitian dilakukan lebih jauh lagi, tentunya dapat diketahui bahwa Dia berkuasa atas semesta alam dan telah mengatur setiap bagian alam secara terpisah namun serasi dan selaras, sehingga membentuk sebuah rangkaian sempurna yang kita kenal sebagai “keseimbangan ekologi”. Bila kita berpikir lebih jauh dan meneliti bidang-bidang lain, seperti geologi dan astronomi, kita akan sampai pada gambaran yang serupa. Ke mana pun kita melangkah, kita akan menyaksikan berjuta sistem yang berfungsi dengan selaras dan teratur sempurna. Semua sistem ini menunjukkan keberadaan Sang Pengatur. Meskipun demikian, tidak satu pun unsur pembentuk alam ini yang mampu berfungsi sebagai Sang Pengatur itu. Oleh karena itu sang pengatur haruslah Dia Yang Maha Tahu dan Mahakuasa atas alam semesta. Al Quran menggambarkan Sang Penguasa sebagai berikut:
| “Dia-lah Allah Yang Menciptakan, Yang Mengadakan, Yang Membentuk Rupa, Yang Mempunyai Nama-Nama Yang Paling Baik. Bertasbih kepadanya apa yang ada di langit dan di bumi. Dan Dia-lah Yang Mahaperkasa lagi Mahabijaksana.” |
|
Read More......
Harimau Siberia

Harimau Siberia / Amur / Ussuri / Tenggara Cina / Manchuria tergolong dalam kerajaan haiwan dalam filum kordata (bersaraf tunjang), sub-filum vertebrata (bertulang belakang), kelas mamalia (berdarah panas, berbulu dengan kelenjar menyusu), susunan maging (Carnivor), keluarga felidae (kucing), genus panthera, spesies tigris (harimau), sub-spesies Panthera tigris altaica.
Harimau dipercayai berasal daripada sejenis haiwan pemangsa zaman purba yang dikenali sebagai Miacids. Miacids hidup pada akhir zaman Cretaceous kira-kira 70-65 juta tahun dahulu semasa zaman dinosaur di Asia Barat (Andrew Kitchener, "The Natural History of Wild Cats"). Sulur-galur harimau kemudiannya berkembang di kawasan timur Asia di China dan Siberia sebelum berpecah dua, satunya bergerak ke arah hutan Asia Tengah ke barat dan baratdaya menjadi harimau Caspian. Sebahagian lagi bergerak dari Asia Tengah ke arah kawasan pergunungan barat, dan seterusnya ke Asia tenggara dan kepulauan Indonesia, sebahagiannya ke barat sehingga ke India (Hemmer,1987)
Dalam spesies harimau modern, terdapat lima sub-spesies harimau dalam Genus Panthera yang masih hidup pada masa sekarang dari jumlah asal lapan sub-spesies harimau moden. Tiga sub-spesies harimau yang selebihnya telah pun dianggap pupus secara rasmi. Sub-spesies harimau yang diketahui adalah seperti berikut :-
Harimau Indochina (Panthera tigris corbetti) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Malaysia, Kemboja, China, Laos, Myanmar, Thailand, dan Vietnam.
Harimau Bengal (Panthera tigris tigris) - yang terdapat di kawasan hutan hujan dan padang rumput Bangladesh, Bhutan, China, India, dan Nepal.
Harimau Cina Selatan (/amoy) (Panthera tigris amoyensis) - yang tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput tengah dan barat China.
Harimau Siberia (Panthera tigris altaica) - atau juga dikenali sebagai Amur, Ussuri, Harimau Timur Laut China, atau harimau Manchuria. Harimau Siberia tinggal di kawasan hutan hujan dan padang rumput China, Korea Utara, dan Asia Tengah di Russia.
Harimau Sumatra (Panthera tigris sumatrae) - yang tinggal hanya di kepulauan Sumatera, Indonesia.
Harimau Caspian (Panthera tigris virgata) - yang telah pupus sekitar 1950an. Harimau Caspian ini pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan dan padang rumput Afganistan, Iran, Mongolia, Turki, dan kawasan Asia tengah Russia.
Harimau Jawa (Panthera tigris sondaica) - yang telah pupus sekitar 1972. Harimau Jawa pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Jawa, Indonesia.
Harimau Bali (Panthera tigris balica) - yang telah pupus sekitar 1937. Harimau Bali pernah berkeliaran di kawasan hutan hujan kepulauan Bali, Indonesia.
Harimau Siberia atau Panthera tigris altaica, tinggal dikawasan hutan kon, scrub oak, dan hutan birch di timur Russia. Sebilangan kecil Harimau Siberia terdapat di tenggara Cina dan di utara Korea Utara.
Dianggarkan hanya terdapat 360 hingga 450 ekor harimau sub-spesies Panthera tigris tigris yang masih hidup liar, dan terdapat juga lebih kurang 500 ekor lagi yang dipelihara di dalam zoo di seluruh dunia.
Harimau Siberia mempunyai warna latar kuning bata yang lebih cerah berbanding harimau sub-spesies lain. Ia mempunyai belang perang dan bukannya hitam, dan berjarak jarang. Harimau Siberia mempunyai bulu dada dan perut yang bewarna putih. Selain itu harimau Siberia mempunyai rimbunan bulu putih yang tebal mengelilingi lehernya. Harimau Siberia merupakan harimau terbesar dalam sub-spesies harimau. Harimau Siberia jantan mempunyai panjang purata 3.3 meter (10 kaki 9 inci) dari kepala hingga ke hujung ekor dengan berat purata 300 kilogram (660 paun). Harimau Siberia betina pula berukuran 2.6 meter (8 1/2 kaki) panjang dengan berat 100 hingga 167 kilogram (200 hingga 370 paun).
Harimau Siberia pada kebiasaannya memburu elk, dan babi liar. (Ecology and Conservation of the Siberian Tiger, 1998). Disebabkan mangsa harimau Siberia tidak tersebar secara sekata dan juga sentiasa bergerak mengikut musim, saiz kawasan harimau Siberia memburu agak besar merangkumi kawasan seluas 800-1,000 kilometer persegi (309-390 batu persegi) untuk harimau Siberia jantan sementara harimau Siberia betina memburu dalam kawasan seluas 100-400 kilometer persegi (39-154 batu persegi). (Nowell and Jackson, 1996)
Pencerobohan kawasan yang dihuni oleh harimau Siberia yang disebabkan oleh pembangunan, dan pertanian menyebabkan kewujupan harimau Siberia semakin tertekan. Walaupun harimau dianggap sebagai haiwan yang perkasa dan menjadi lambang kegagahan dan keberanian, kesemua spesies harimau kini berhadapan dengan ancaman untuk terus hidup. Sekiranya tidak ada sesiapa yang bertindak untuk menyelamatkan mereka, harimau Siberia akan tinggal nama sahaja dimasa akan datang.
Russia telahpun menjalankan langkah-langkah pemeliharaan dan pembiakan harimau Siberia. Program pembiakan harimau Siberia merupakan program paling lama dan terbesar bagi dikalangan sub-spesies harimau dan merupakan satu contoh pemeliharaan secara saintifik bagi zo dan akurium seluruh dunia. Dianggarkan terdapat 501 harimau Siberia berasal daripada 83 harimau liar, oleh itu harimau Siberia dianggap mempunyai baka gen terbesar yang paling pelbagai dan populasi yang paling stabil untuk tujuan pengekalan sub-spesies.
Evolution Teori
Temen2 pasti sudah kenal kan dengan yang namanya “Teori Ngapusi* (baca: Evolusi)”, bahkan kita sudah sangat akrab dengannya. Terutama bagi kita anak biologi.Ilmu biologi dan evolusi bak dua sisi mata uang yang tidak mungkin untuk dipisahkan. Mereka saling melengkapi satu sama lain. Tapi apakah itu benar adanya? Kita semua sebenarnya sudah tahu bahwa teori itu tidak dapat dijadikan pedoman untuk mempelajari biologi. Iya Ga? Tapi saya heran juga ya, kenapa kok kalo pas pelajaran biologi selalu menghubung-hubungkan dengan teori evolusi (baca: ngapusi). Entah itu, dari segi filogeni, hubungan kekerabatan, ancestor, de el el.
Padahal teorinya mbah Darwin itu kan sudah jelas2 terbantahkan, tapi mengapa orang2 enggan untuk meninggalkannya. Dosen2 kita pun pada saat mengajar, pasti pendahuluannya dengan menyebutkan pohon filogenetik, ancestor awal makhluk hidup. Kalo memdengarnya aku kadang2 ingin tertawa di dalam hati. Iya ga? Lucu kan itu. Masa kehidupan berasal dari satu sel makhluk hidup yang bisa berkembang dengan sendirinya. Yang lebih lucu lagi, masa semua kejadian kehidupan di bumi ini terjadi secara kebetulan. Itu kan sesuatu yang tidak masuk akal. Ya ga?
Tapi kenapa ya, kok teori itu belum bisa ditinggalkan, tapi tetap dijadikan pedoman. Aku ingat , salah satu dosenku -saat sedang menjelaskan kehidupan ancestor dan pohon filogenetik- pernah berkata, ”Mungkin besok kita tidak bisa hidup dengan keadaan tubuh seperti ini, artinya kita butuh penyesuaian dengan lingkugan yang baru”. Berarti itu sudah mrnjadi sebuah keyakinan bahwa besok manusia pasti akan berevolusi ke bentuk yang lain seperti yang dialami ancestor kita. Ironis ga? Aneh ga? Banget. Kalo saya berpendapat teori itu seharusnya disebut ”Teori Ngapusi”.
Itulah yang menjadi masalah kita saat ini, dan kita sebagai generasi muda terutama kita cah2 biologi, saya harap besok bisa menghilangkan pengaruh teori evolusi itu kepada masyarakat dan anak didik kita. Agar anak didik kita tidak ditertawakan oleh masa depan yang percaya dengan mitos yang tidak mutu.
*Ngapusi = bo’ong, nggedebus, mbeltut, bullshit
Tikus Berbelalai !!
Ditemukan Tikus Berbelalai!
Arfi Bambani Amri - detikcom

Arlington - Sebuah tim ilmuwan dari Italia dan Amerika Serikat menemukan sebuah spesies mamalia berbulu dengan hidung seperti gajah: berbelalai! Badan mirip tikus, namun diketahui kekerabatannya lebih dekat dengan aardvark, sapi laut dan gajah.
Hewan yang kemudian disebut tikus gajah itu ditemukan di dua daerah ketinggian di pegunungan selatan dan tengah Tanzania. Dia dinamakan tikus gajah bukan karena berkerabat dengan gajah tapi karena hidung yang panjang dan fleksibel mereka yang persis seperti gajah.
Namun, seperti halnya tikus, mamalia ini memakan serangga. Ironisnya, penelitian molekuler membuktikan bahwa mereka lebih berkerabat dekat dengan gajah dibanding dengan tikus.
Sejauh ini, sudah terdapat 15 spesies tikus gajah atau disebut juga sengi dalam bahasa Swahili. Sengi yang baru ini pertama tertangkap kamera pada tahun 2005 saat seorang peneliti dari Museum Trento, Italia, Francesco Rovero, menata sebuah kamera otomatis di hutan terpencil Tanzania, pegunungan Udzungwa.
"Ketika saya melihat hasil kamera dan lalu ke foto, saya segera menemukan seekor makhluk mirip tikus gajah yang sangat berbeda dengan spesies yang sudah pernah diketahui sebelumnya. Dan saya sadar telah menemukan sesuatu yang mungkin menantang," ungkap Rovero seperti dilansir Direktur Media Conservation International, Susan Bruce, secara tertulis kepada detikcom, Sabtu (2/2/2008).
Rovero lalu mengirimkan gambar itu ke Galen Rathbun di Akademi Sains California, yang menyatakan hewa berbulu warna-warni itu sebagai spesies baru. Lalu dibiayai berbagai yayasan, satu tim gabungan dari Italia dan Amerika lalu mengadakan perjalanan mencari langsung spesies baru itu.
Ditemukanlah sengi baru ini memiliki keunikan. Dia memiliki wajah abu-abu dan ekor yang hitam, beserta ukuran tubuh yang besar. Sengi raksasa ini diketahui hanya hidup di dua populasi seluas 300 kilometer persegi di Tanzania.
"Ini penemuan paling menakjubkan sepanjang karier saya," ujar Rathbun, yang telah belajar ekologi, struktur sosial dan evolusi sengi selama 30 tahun. "Ini adalah spesies tikus gajah raksasa pertama yang ditemukan dalam 126 tahun," imbuh Rathbun.
"Saat saya pertama kali menggendong hewan ini ke dalam tenda fotografi, saya tahu telah menemukan spesies baru, bukan hanya karena warnanya yang unik tapi juga karena sangat berat!" kata Rathbun.
Sengi berwajah abu-abu yang kemudian diberi nama Latin Rhynchocyon udzungwensis itu memiliki berat 700 gram atau 25 persen lebih besar dari sengi-sengi yang sudah dikenal sebelumnya. ( aba / aba )
Walhi Kecam Konspirasi Pembebasan Lapindo
Firdaus Cahyadi
24 January 2008(SatuDunia, Jakarta) - Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI)/Friend’s of The Earth Indonesia mengecam keras jika Kepolisian Daerah (Kapolda) Jawa Timur melakukan rencananya untuk menghentikan penyidikan terhadap kasus semburan lumpur Lapindo di Porong, Sidoarjo, Jawa Timur. Jika rencana ini tetap akan dilakukan maka Walhi akan mengambil tindakan hukum atas hal itu.
Demikian ditandaskan oleh Direktur Eksekutif Walhi, Chalid Muhammad, Rabu (23/1), di Jakarta. Pernyataan keras Walhi ini terkait dengan pemberitaan berbagai media baik cetak dan elektronik atas pernyataan Kapolda Jawa Timur Inspektur Jenderal Herman Suryadi Sumawiredja, Rabu (23/1), yang berencana akan menghentikan penyidikan terhadap kasus semburan lumpur Lapindo. Ada tiga alasan yang disebutkan Kapolda, pertama, karena pihak kepolisian sulit menemukan alat bukti yang menguatkan dugaan bahwa semburan lumpur disebabkan pengeboran oleh PT Lapindo Brantas atau LBI, kedua, ditolaknya gugatan Walhi atas kasus ini di Pengadilan Negeri Jakarta Selatan, ketiga, telah ada jaminan dari Lapindo untuk menyelesaikan pembayaran ganti rugi
“Alasan-alasan itu tidak bisa digunakan. Karena pada kenyataannya putusan atas perkara perdata Lapindo belum mempunyai kekuatan hukum tetap. Selain itu putusan atas perkara perdata Lapindo tidak bisa dijadikan sebagai dasar mengeluarkan surat perintah penghentian penyidikan (SP3). Lebih dari itu putusan atas perkara perdata Lapindo telah menimbulkan mental disturbance (tekanan mental) tidak saja bagi masyarakat korban juga bagi aparat penegak hukum. Seharusnya sensitivitas ekologis aparatur penegak hukum tidak terpengaruh,” tandas Chalid seraya mengingatkan bahwa ganti-rugi yang dijaminkan Lapindo tidak menghapus sifat pidana apalagi pidana khusus lingkungan hidup.
Karena itu Walhi, jelas Chalid lagi, mendesak Kapolri secara Pro-Justisia untuk pertama, segera mengambil alih penyidikan atas penanganan perkara Lapindo, kedua, melakukan gelar perkara secara terbuka dengan melibatkan lintas departemen, serta ketiga, segera melakukan klarifikasi atas pernyataan yang disampaikan oleh Kapolda Jawa Timur demi ketenangan umum dan kepastian hukum.
Senada juga diungkapkan oleh Kuasa Hukum Walhi atas kasus ini, Firman Wijaya. Menurutnya, jika aparat penegak hukum mempunyai kesungguhan dalam membela kepentingan masyarakat korban lumpur Lapindo, maka harusnya tidak ada kata menyerah untuk terus mencari dan menggali kebenarannya. Dalam kasus ini sesungguhnya alat bukti sangat kuat. Selama ini kepolisian telah tidak menggunakan kewenangannya untuk menyita dokumen-dokumen seperti (real time chart asli dan geolograf di hari kejadian) yang dapat menjadi bukti kuat bahwa penyebab terjadinya semburan lumpur adalah karena kesalahan eksplorasi Lapindo.
“Jika ada kesungguhan yang mendalam dan keberpihakan pada korban, aparat penyidik dapat menggunakan keterangan ahli yang mendukung terpenuhinya target penyidikan untuk dilanjutkan pada tingkat penuntutan. Apalagi penyidik telah menyatakan memiliki informasi atau petunjuk dalam kedalaman tertentu tidak dipasangannya casing (selubung bor) pada saat proses pengeboran (drilling) berlangsung. Dalam praktek hukum petunjuk merupakan alat bukti yang dapat membentuk keyakinan Hakim sesuai dengan Pasal 183 jo. 184 KUHAP,” tandas Firman.
Bahkan Kapolda Jatim seperti diberitakan harian Kompas, 25 Maret 2007, menyebutkan berdasarkan proses penyidikan dipastikan semburan lumpur Lapindo dipicu oleh aktifitas eksplorasi di sumur banjar panji-1 milik PT. Lapindo Brantas.
Menurutnya alasan lain yang menyebutkan bahwa tempat kejadian perkara telah hilang, menurut Firman lagi, jelas tidak bisa dijadikan argumentasi dalam menghentikan penydikan. Karena karena dalam pidana terlebih kasus pidana lingkungan hidup di samping lebih mengedepankan aspek dampak pencemaran dan/atau perusakan, maka penantuan locus delicti bisa diidentifikasi lebih luas dan masih dalam kompetensi dan yurisdiksi Kepolisian Daerah Jawa Timur.
Lebih jauh Firman secara detil menilai bahwa tidak sepatutnya putusan atas perkara perdata Lapindo yang membebankan tanggung jawab kepada Negara, menunjukan Negara ditempatkan sebagai atasan Lapindo atau superior responden. Apalagi tidak ada satupun pembuktian Negara berkontribusi di dalam kegiatan eksplorasi.(***)
Narasumber terkait :
Chalid Muhammad (Direktur Eksekutif WALHI) : 0811847163
Tim Kuasa Hukum :
1. Firman Wijaya, S.H., M.H (0818771909)
2. Nurkholis (081510690286)
3. Iki Dulagin (08153913179)
Biologi Sel
Memahami sel-sel dari segi komponen-komponen molekulnya.
Biologi sel (atau sitologi yang berasal daripada bahasa Greek, kytos, iaitu "bekas") ialah satu bidang akademik yang mengkaji sel. Kajian ini yang dilaksanakan pada tahap mikroskop dan molekul, termasuk sifat fisiologi, struktur, organel terkandung, interaksi dengan persekitaran, kitaran hidup, pembahagian, dan kematian. Penyelidikan biologi sel merangkumi kedua-dua organisma sel tunggal seperti bakteria, dan sel-sel yang khusus dalam organisma sel berbilang, seperti manusia.
Memahami kandungan sel dan bagaimana sel bertindak adalah asas untuk semua sains biologi. Menyedari persamaan dan perbezaan antara jenis-jenis sel adalah amat penting disebabkan ini membekalkan tema penyatuan yang membenarkan prinsip-prinsip yang dibelajar daripada kajian sejenis sel untuk ditentuluarkan dan dibuat lebih umum untuk jenis-jenis sel yang lain. Penyelidikan biologi sel amat berkait dengan bidang genetik, biokimia, biologi molekul, dan biologi perkembangan.
Lihat juga
Gangguan sel
Terbitan biologi sel yang penting
Institut Biologi Molekul dan Sel
Persatuan Biologi Sel Amerika
Buku teks biologi sel dalam talian
Biologi Molekul untuk Sel, edisi keempat yang disunting oleh Bruce Alberts (2002), dan diterbitkan oleh Sains Garland.
Biologi Sel Molekul, edisi keempat yang disunting oleh Harvey Lodish (2000), dan diterbitkan oleh Syarikat W. H. Freeman.
Sel - Pendekatan Molekul, edisi kedua oleh Geoffrey M. Cooper (2000) yang diterbitkan oleh Sinauer Associates.
Biologi Sel Hiperteks MIT
Protozoa
Source: R. Owen, 1861
Protozoa secara mutlak memerlukan lingkunagn yang basah, misalnya dalam air, baik air tawar maupun air bergaram atau dalam tanah yang basah sampai kedalaman 20 cm, dalam tubuh manusia /hewan tingkat tinggi lainnya bercairan, atau di semua tempat di mana saja.
Source: Drs. Maskuri Jasin, 1992
Ukuran protozoa bervariasi, mulai kurang dari 10 mikron sampai 6 mm. Protozoa adalah penyusun zooplankton. Makanan protozoa meliputi bakteri, jenis protista lain, atau detritus (materi organik dari organisme mati). Protozoa hidup soliter atau berkoloni. Jika keadaan kurang menguntungkan, protozoa membungkus diri membentuk sista, untuk mempertahankan diri. Jika mendapat lingkugan yang sesuai, protozoa akan aktif lagi. Cara hidupnya ada yang parasit, saprofit, dan hidup bebas. Alat gerak protozoa berupa bulu cambuk (flagelata), bulu getar (silia), atau kaki semu (pseudopodium).
Source: D.A. Pratiwi, dkk. Biologi utk SMA kelas X. Erlangga.
Jakarta. 2006. hal.72
Berdasarkn alat geraknya, protozoa dapat cibagi menjadi 5 kelompok, yaitu sebagai berikut:
1. Rhizophoda
Alat geraknya berupa kaki semu (pseudopodium). Rhizopodha berhabitat di air tawar, air laut, tempat basah, dan di dalam tubuh hewan hewan atau manusia sebagai parasit. Rhizopodha dicirikan dengan adanya penonjolan protoplasma sebagai kaki semu untuk alat gerak dan untuk fagosiisis makanan.
Contoh: Arcella, Difflugia, Foraminifera, Radiolaria.
2. Flagellata
Alat geraknya berupa bulu cambuk (flagela). Sebagian besar flagellata hidup bebs, tapi ada juga yang hidup parasit pada manusia dan hewan, atau saprofit pada organisme mati. Flagellata dicirikan dengan adanya flagela untuk bergerak, memasukkan makanan ke mulutnya, dan merespons rangsang dari lingkungan sekitarnya.
Contoh: Euglena viridis, Noctiluca miliaris, Volvox globator, Tripanaosoma lewisi, Leishmania donovani.
3. Ciliata
Alat gerak berupa rambut getar (silia). Ciliata umumnya berhabitat di laut atau air tawar, tapi ada juga yang hidup brsimbiosis komensalisme di dalam usus vertebrata. Cilita dicirikan dengan adanya silia di seluruh tubuh/sebagian tubuhnya. Memiliki makronukleus, mikronukleus, serta vakuola sebagai alat osmoregulator.
4. Sporozoa
Tidak memiliki alat gerak, merupakan golongan protista yang dapat membentuk spora untuk menginfeksi inangnya. Sporozoa tidak memiliki alat gerak khusus sehingga gerakannya dilakukan dengan mengubah keadaan tubuhnya. Sporozoa hidup sebagai parasit pada inangnya, dan menyebabkan penyakit.
Contoh: Plasmodium
Source: D.A. Pratiwi, dkk. Biologi utk SMA kelas X. Erlangga.
Jakarta. 2006. hal.72-82
LEBAH MADU
Dan Tuhanmu mewahyukan kepada lebah, "Buatlah sarang-sarang di bukit-bukit, di pohon-pohon kayu, dan di tempat-tempat yang dibikin manusia," kemudian makanlah dari tiap-tiap (macam) buah-buahan dan tempuhlah jalan Tuhanmu yang telah dimudahkan (bagimu). Dari perut lebah itu keluar minuman (madu) yang bermacam-macam warnanya, di dalamnya terdapat obat yang menyembuhkan bagi manusia. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda (kebesaran Tuhan) bagi orang-orang yang memikirkan. (QS. An Nahl, 16:68-69) Madu dihasilkan dalam jumlah yang jauh lebih banyak daripada kebutuhan lebah. Jelaslah bahwa minuman berkhasiat obat ini diciptakan agar bermanfaat bagi manusia.
Hampir semua orang tahu bahwa madu adalah sumber makanan penting bagi tubuh manusia, tetapi sedikit sekali manusia yang menyadari sifat-sifat luar biasa dari sang penghasilnya, yaitu lebah madu.
Sebagaimana kita ketahui, sumber makanan lebah adalah sari madu bunga (nektar), yang tidak dijumpai pada musim dingin. Oleh karena itulah, lebah mencampur nektar yang mereka kumpulkan pada musim panas dengan cairan khusus yang dikeluarkan tubuh mereka. Campuran ini menghasilkan zat bergizi yang baru -yaitu madu- dan menyimpannya untuk musim dingin mendatang.
Sungguh menarik untuk dicermati bahwa lebah menyimpan madu jauh lebih banyak dari yang sebenarnya mereka butuhkan. Pertanyaan pertama yang muncul pada benak kita adalah: mengapa lebah tidak menghentikan pembuatan dalam jumlah berlebih ini, yang tampaknya hanya membuang-buang waktu dan tenaga? Jawaban untuk pertanyaan ini tersembunyi dalam kata "wahyu [ilham]" yang telah diberikan kepada lebah, seperti disebutkan dalam ayat tadi.
Lebah menghasilkan madu bukan untuk diri mereka sendiri, melainkan juga untuk manusia. Sebagaimana makhluk lain di alam, lebah juga mengabdikan diri untuk melayani manusia; sama seperti ayam yang bertelur setidaknya sebutir setiap hari kendatipun tidak membutuhkannya dan sapi yang menghasilkan susu jauh melebihi kebutuhan anak-anaknya.
Pengaturan Yang Luar Biasa Dalam Sarang Lebah
Kehidupan lebah di sarang dan pembuatan madunya sangatlah menakjubkan. Tanpa membahas terlalu terperinci, marilah kita amati ciri-ciri utama "kehidupan masyarakat" lebah. Lebah harus melaksanakan banyak "tugas" dan mereka mengatur semua ini dengan pengaturan yang luar biasa. Rancangan segienam dari petak-petak sarang lebah memungkinkan penyimpanan madu dalam jumlah terbanyak dengan bahan baku pembuatan sarang, yakni lilin, dalam jumlah paling sedikit. Lebah hanyalah serangga berukuran 1-2 cm dan ia melakukan perhitungan itu dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.
Pengaturan kelembapan dan pertukaran udara: Kelembapan sarang, yang membuat madu memiliki tingkat keawetan yang tinggi, harus dijaga pada batas-batas tertentu. Pada kelembapan di atas atau di bawah batas ini, madu akan rusak serta kehilangan keawetan dan gizinya. Begitu juga, suhu sarang haruslah 35 derajat celcius selama sepuluh bulan pada tahun tersebut. Untuk menjaga suhu dan kelembapan sarang ini pada batas tertentu, ada kelompok khusus yang bertugas menjaga pertukaran udara.
Jika hari panas, terlihat lebah sedang mengatur pertukaran udara di dalam sarang. Jalan masuk sarang dipenuhi lebah. Sambil menempel pada kayu, mereka mengipasi sarang dengan sayap. Dalam sarang yang baku, udara yang masuk dari satu sisi terdorong keluar pada sisi yang lain. Lebah pengatur pertukaran udara yang lain bekerja di dalam sarang, mendorong udara ke semua sudut sarang.
Perangkat pertukaran udara ini juga bermanfaat melindungi sarang dari asap dan pencemaran udara.
Penataan kesehatan: Upaya lebah untuk menjaga mutu madu tidak terbatas hanya pada pengaturan kelembapan dan panas. Di dalam sarang terdapat jaringan pemeliharaan kesehatan yang sempurna untuk mengendalikan segala peristiwa yang mungkin menimbulkan berkembangnya bakteri. Tujuan utama penataan ini adalah menghilangkan zat-zat yang mungkin menimbulkan bakteri. Prinsipnya adalah mencegah zat-zat asing memasuki sarang. Untuk itu, dua penjaga selalu ditempatkan pada pintu sarang. Jika suatu zat asing atau serangga memasuki sarang walau sudah ada tindakan pencegahan ini, semua lebah bertindak untuk mengusirnya dari sarang. Kehidupan lebah di dalam sarang serta pembuatan madu oleh mereka sangatlah menakjubkan. Lebah melakukan banyak "pekerjaan" dan mereka berhasil melakukannya dengan baik melalui pengaturan (pengorganisasian) yang luar biasa.
Untuk benda asing yang lebih besar yang tidak dapat dibuang dari sarang, digunakan cara pertahanan lain. Lebah membalsam benda asing tersebut. Mereka menghasilkan suatu zat yang disebut "propolis" (yakni, getah lebah) untuk pembalsaman. Getah lebah ini dihasilkan dengan cara menambahkan cairan khusus yang mereka keluarkan dari tubuh kepada getah yang dikumpulkan dari pohon-pohon seperti pinus, hawwar, dan akasia. Getah lebah juga digunakan untuk menambal keretakan pada sarang. Setelah ditambalkan pada retakan, getah tersebut mengering ketika bereaksi dengan udara dan membentuk permukaan yang keras. Dengan demikian, sarang dapat bertahan dari ancaman luar. Lebah menggunakan zat ini hampir dalam semua pekerjaan mereka.
Sampai di sini, berbagai pertanyaan muncul dalam pikiran. Propolis mencegah bakteri apa pun hidup di dalamnya. Ini menjadikan propolis sebagai zat terbaik untuk pembalsaman. Bagaimana lebah mengetahui bahwa zat tersebutlah yang terbaik? Bagaimana lebah menghasilkan suatu zat, yang hanya bisa dibuat manusia dalam laboratorium dan menggunakan teknologi, serta dengan pemahaman ilmu kimia? Bagaimana mereka mengetahui bahwa serangga yang mati dapat menimbulkan tumbuhnya bakteri dan bahwa pembalsaman akan mencegah hal ini?
Sudah jelas lebah tidak memiliki pengetahuan apa pun tentang ini, apalagi laboratorium. Lebah hanyalah seekor serangga yang panjangnya 1-2 cm dan ia melakukan ini semua dengan apa yang telah diilhamkan Tuhannya.
Read More......

















